Minggu, 17 Februari 2008

Manusia Yang Menerima Kitab Dengan Tangan Kiri

Dan kamu lihat tiap-tiap umat dipanggil untuk buku catatan amalnya, pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

“Inilah kitab Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar, sesungguhnya kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan”

“Bacalah kitabmu, cukupkanlah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”

Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang-orang yang durhaka tersimpan dalam SIJJIIN.

Surat AL JAATSIYAH “45 : 28 – 29”
Dan kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
“Inilah kitab Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.”

Surat AL HAAQQAH “69 : 25 – 32”
Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku,
Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku,
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu,
Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku,
Telah hilang kekuasaanku dariku”
“Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.”
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

Inilah orang-orang yang berpaling dari pada ayat-ayat Allah yang diturunkan kepadamu.

Surat AL HADIID “57 : 8 – 9”
Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman.
Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.

Kamu tidak beriman kepada Allah dan kepada apa yang duturunkan kepadamu.

Surat MUHAMMAD “47 : 2”
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.

Allah menggolong kamu dalam orang-orang yang beriman bila kamu beriman kepada Allah dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada Rosulmu.

Surat ATH THAARIQ “86 : 13”
Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.

Maka Al Qur’an-lah yang dapat memimpinmu dan menjauhkan kamu daripada perbuatan keji dan munkar.

Surat AL QASHASH “28 : 85
Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ketempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.

Hannya dengan petunjuk Al Qur’an-lah yang dapat mengembalikan manusia kepada Tuhannya.

Surat AL A’RAAF “7 : 185”
Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Qur’an itu?

Siapa yang menyuruhmu beriman kepada hadist dan siapa yang menyuruhmu beriman kepada pendapat-pendapat manusia, padahal yang Allah wajibkan kepadamu beriman kepada Al Qur’an.

Surat AL ISRAA “17 : 73 – 75”
Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.
Dan kalau Kami tidak memperkuatmu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka.
Kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu berlipat ganda di dunia ini dan begitu berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.

Nabi Muhammad saja hampir menggantikan Al Qur’an dengan pemikiran akalnya karena ajakan-ajakan orang musyrik, Allah memperkuatkan dia, sehingga dia tidak melakukan perbuatan yang keji, andaikata dia melakukannya Allah akan mengazabkan dia didunia dan diakhirat.

Surat AL HAAQQAH “69 : 43 – 48”
Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam,
Seandainya dia mengada-adakan sebagian perkataan atas Kami,
Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya,
Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya,
Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi, dari pemotongan urat nadi itu.
Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.

Andaikata Muhammad menambah perkataan-perkataan yang diluar wahyu Allah dan mengatas namakan wahyu, maka Allah akan membinasakan dia dengan memotong urat tali jantungnya.

Surat AR RA’D “13 : 38”
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab.

Tidak mempunyai hak bagi Rasul untuk mendatangkan suatu ayat yang berdasarkan atas pribadi dirinya sendiri, melainkan dengan wahyu yang diwahyukan kepadanya.

Surat SABA “34 : 50”
Katakanlah: “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat”.

Nabi sendiri mendapat jalan yang lurus dikarenakan apa yag diwahyukan kepadanya sebelum diwahyukan kepadanya dia berada dalam kesesatan.

Surat ADH DHUHAA “93 : 6 – 7”
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

Dahulu Ia orang yang tidak tahu jalan pulang kepada Tuhannya, dia berada dalam kebingungan, lalu Allah mewahyukan kepadanya agar dia mengetahui makna beriman kepada Allah.

Surat ASY SYUURA “42 : 52”
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Lalu Rasulpun beriman keada wahyu yang diwahyukan kepadanya dan dia memimpin dirinya sebagaimana petunjuk wahyu yang diwahyukan kepadanya, begitu juga dia memimpin manusia dengan perantara wahyu yang diwahyukan kepadanya.

Surat AL BAQARAH “2 : 285”
Rosul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman semuanya beriman pada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Katakanlah: “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengan dan kami ta’at”.: “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Di ayat ini benar-benar suatu bukti yang nyata bahwa Rasul hanya beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dan orang-orang yang beriman semuanya beriman kepaa yang diturunkan dari Allah mereka dan Allah menerima taubat mereka.

Surat AT TAUBAH “9 : 117”
Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Panyayang kepada mereka.

Allah memberi ampunan atas dosa-dosa Nabi dimasa lampau waktu belum mendapat petunjuk dan dosa-dosa orang-orang yang bersamanya yang mengikuti agama yang disampaikan oleh Rasulmu.

Surat AN NAHL “16 : 123”
Kemudian Kami wahyukan kepadamu: “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.” Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Rasul memimpin dirinya untuk mengikuti agama Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya untuk mengikuti agama Ibrahim yang lurus.

Surat AL BAQARAH “2 : 124”
Dan ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janjiku tidak mengenai orang-orang yang zalim”.

Allah telah menetapkan Ibrahim sebagai imam bagi seluruh manusia, mengapa kamu mengambil madhab imam Safi’I, imam Maliki, imam Hanafi … ? berarti kamu telah keluar dari agama yang lurus dan tergolong kamu orang-orang yang memimpin kepada kekafiran atas dirimu, keluargamu dan orang-orang yang kamu sampaikan, maka kamu termasuk pengganti yang jelek sesudah peninggalan Nabimu.

Surat AL BAQARAH “2 : 59”
Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan yang tidak diperintahkan kepada mereka, sebab itu kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.

Merobah perintah-perintah Allah dengan yang tidak diperintahkan, membinasakan amal ibadah yang dia kerjakan sehingga tidak berfaedah bagi dirinya sendiri karena dilakukan atas dasar hawa nafsunya maka sesatlah dia dari jalan yang lurus.

Surat MARYAM “19 : 59”
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.

Siapa yang menyuruhmu shalat untuk duniawi hingga engkau shalat untuk mencapai kemewahan hidup dimuka bumi. Engkau tidak berdiri shalat karena Allah semata, tetapi engkau berdiri shalat untuk kepentingan mencapai rezeki duniawi, padahal Allah mewajibkan shalat kepadamu untuk memurnikan ibadah semata-mata karena Allah.


Surat AL BAYYINAH “98 : 5”
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Bukankah Allah sudah memfardhukan kepadamu agar kamu menyembah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, mengapa kamu bertuhan pada keinginan hatimu … ? dan menjadikan hawa nafsumu sebagai tuhanmu … ? sehingga kemana yang kamu inginkan itu yang kamu lakukan, padahal wahyu Allah telah melarangmu melakukan hal-hal yang demikian.

Surat AL JAATSIYAH “45 : 23”
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hati dan meletakkan tutupan atas pengelitahannya?. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Sadarkah kamu … ? bahwa dirimu telah menjadikan hawa nafsumu sendiri sebagai tuhanmu, sehingga kamu sangat setia kepada keinginanmu, padahal keinginanmu lebih banyak dipimpin pada keinginan yang bathil, padahal petunjuk Allah memimpin kepada kebenaran.

Surat MUHAMMAD “47 : 14”
Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?

Bukankah tidak sama antara orang yang mengikuti petunjuk Allah dengan orang yang mengikuti hawa nafsunya dan menjatuhkan dirinya dan keluarganya dan orang-orang yang dipimpimnya kepada kebinasaan dunia dan akhirat.

Surat AL HIJR “15 : 91 – 93”
Orang-orang yang telah menjadikan Al Qur’an itu terbagi-bagi,
Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua
Tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.

Bukankah engkau sudah memuta-mutar lidahmu untuk menyuruh manusia bersandar pada ayat … ? kamu menyuruh kepada wanita hamil untuk membaca surat Yusuf, surat Maryam, dan menyuruh membaca surat Yasin untuk orang susah, surat Al Fatihah untuk menghadiahkan kepada orang yang telah mati padahal Al Fatihah itu adalah untuk menyembah Tuhanmu sendiri, begitu juga dengan ayat Kursi kamu membacanya untuk mengusir syeitan bukankah kamu sudah meminta perlindungan kepada pelajaran yang datang dari Tuhanmu … ? maka siap-siaplah engkau nanti untuk diminta pertanggung jawaban.

Surat AL HAJJ “22 : 37”
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Allah telah menjelaskan kepadamu sesungguhnya sesajen-sesajenmu itu tidak dapat mencapai keridhoan Tuhanmu melainkan yang mencapai keridhoan Tuhanmu hannya mengikuti wahyu yang sudah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu.

Surat FATHIR “35 : 22”
Dan tidak sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.

Siapa yang menyuruhmu meminta-minta kekuburan untuk mengikuti hawa nafsu padahal orang yang didalam kubur tidak dapat mendengar perkataanmu, mengapa engkau mengingatkan orang yang dalam kubur agar bila datang malaikat Munkar dan Nankir untuk bias menjawab pertanyaan-pertanyaan, bukankah semua itu hanya perasangkamu belaka.

Surat AL AN’AAM “6 : 116”
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah, mereka tidak lain hanyalah mengikuti persakaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.

Janganlah kamu mengikuti kebanyakan orang dimuka bumi karena kebanyakan mereka mengikuti perasangka, maka sesatlah dirimu dari jalan Tuhanmu. Karena mereka hanya mengada-adakan saja, kalau ditanya kepada mereka juga tidak tahu dari mana kecuali yang ada dalam kitab yang diwahyukan kepadamu, karena Allah mewajibkan atasmu mengikuti agama Allah.

Surat YUNUS “10 : 36”
Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja, sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Mereka tidak berada diatas agama yang diridhoi Tuhanmu, kebanyakan dari mereka hanya mengikuti perkataan-perkataan syaitan bangsa manusia dan syaitan bangsa jin maka jauhlah dia dari jalan Tuhanmu.

Surat AL AN’AAM “6 : 112”
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh yaitu syaitan-syaitan manusia dan jin, sebahagian mereka membisikan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu, jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Mereka adalah golongan syaitan bangsa manusia dan syaitan bangsa jin, mereka tidak memimpin pada agama Tuhanmu tetapi mereka memimpinmu untuk bersatu pada syaitan bangsa jin untuk mencapai kesaktian-kesaktian dan demikianlah diterangkan kepadamu.

Surat AL MUJAADILAH “58 : 19 – 20”
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syeitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rosul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.

Dalam perlindungan Allahmu, engkau adalah golongan syaitan karena bukankah syaitan tidak mengikuti apa yang diperintahkan Allah kepadanya, bukankah kamu juga tidak mengikuti apa yang diperintahkan Allah kepadamu dalam Al- Qur’an sedang Allah mewajibkan atasmu Al Qur’an.

Surat AL QASHASH “28 : 85”
Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ketempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata.”

Siapa yang mengikuti Al Qur’an yang diwajibkan atas manusia atau menambah-nambahkan diluar Al Qur’an dengan hadist maka syaitanpun akan hadir dari setiap langkah kemana kamu menuju.

Surat AZ ZUKHRUF “43 : 36 – 37”
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya syaitan maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

Maka syaitanlah yang akan membisikkan berita-berita kepadamu baik didalam terjagamu maupun didalam tidurmu, dia akan menghasungmu sampai hari kematianmu, engkau menganggap mendapat petunjuk padahal hanya angan-angan kosong belaka maka kamu jatuh dalam kekafiran maka Allah-pun tidak membutuhmu lagi didunia dan diakhirat karena pelindungmu adalah syaitan yang terkutuk.

Surat AL BAQARAH “2 : 257”
Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.
Surat AZ ZUMAR “39 : 7”
Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalammu.

Allah tidak memerlukanmu lagi baik didunia maupun diakhirat, hidup didunia syaitan menyertaimu dan engkaupun akan dipimpin oleh syaitan itu maka, Allah akan memasukan kamu kedalam neraka jahanam bersama syaitan itu karena Allah akan mengirim syaitan sebanyak-banyaknya kepadamu mudah-mudahan engkau memahaminyal.

Suat MARYAM “19 : 83”
Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?.

Maka syaitan akan menghasungmu kepada ma’siat yang sempurna, engkau juga akan menghadapkan pendengaran-pendengarannya kepada syaitan-syaitan itu hingga engkau sudah menganggap mengetahui berita-berita yang ghaib. Padahal dari syaitanlah berita itu, mudah-mudahan engkau membenahi diri kepada kebenaran.

Surat ASY SYU’ARAA “26 : 221 – 223”
Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,
Mereka menghadapkan pendengaran itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.

Kamu dalam pandangan tidak lagi beriman kepada Allah dan benar-benar kamu bukan orang-orang yang beriman kepada Allah dan kamu benar-benar telah beriman kepada syaitan, maka Allah akan mengembalikan kamu kepada syaitan, itulah orang-orang yang berdosa yang mengikuti prasangka atau agama nenek moyang mereka, ia lebih mencintai harta duniawi dan juga mencintai orang yang dikenal didunia ini hingga dia memperturutkan hawa nafsunya, maka dia tergolong orang-orang yang melampaui batas sehingga terputuslah dia dari kasih sayang Tuhannya, hingga dia berada diatas rahman didunia saja.

Surat AL ISRAA “17 : 20”
Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.

Maka Allah membuka jalan rezeki kepadamu karena kamu sudah sempurna keluar dari agama Allah.

Surat AL AN’AAM “6 : 44”
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

Surat AN NAAZI’AAT “79 : 37 – 39”
Adapun orang yang melampaui batas.
Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia.
Maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal.

Apakah kamu akan mencari duniamu sebanyak-banyaknya lalu engkau ingin melupakan ekhiratmu dan tidak pernah memikirkannya, maka tidak ada yang kamu dapat dari sisi Allah melainkan orang-orang yang diseret kedalam api neraka jahanam.

Surat AL QASHASH “28 : 60 – 61”
Dan apa saja yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya, sedang apa yang disisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya ?
Maka apakah orang yang Kami janjikan kepada suatu janji yang baik lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya keni’matan hidup duniawi termasuk orang-orang yang diseret?

Surat AL INSYIQAAQ “84 : 11 – 14”
Maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”,
Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala,
Sesungguhnya dia dahulu bergembira di kalangan kaumnya.
Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali.

Dan kamu hai manusia waktu hari kematian kamu meyakini tidak akan dapat kembali kepada Tuhanmu, maka Allah akan mengembalikanmu ketempat yang serendah-rendahnya karena kamu tidak tergolong orang-orang yang beriman.

Surat AT TIIN “95 : 5”
Kemudian Kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya.

Karena hanya orang-orang yang berimanlah rohnya akan kembali pada Tuhannya, karena yang naik kepada Tuhanmu hanya amal orang-orang yang beriman dan perkataan-perkataan nasehat yang baik dari orang-orang yang beriman itu yang dinaiki kepada Tuhanmu.

Surat FAATHIR “35 : 10”
Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.

Sedangkan kamu wahai orang-orang yang musyrik yang menyembah Allah beserta yang lain dan yang menyender diri pada ayat-ayat Allah serta meminta pertolongan kekuburan, benda-benda selain Allah maka Allah akan memerintahkan Malaikat untuk melemparkan kedalam api nereka.

Surat QAAF “50 : 24 – 26”
Allah berfirman: “Lemparkanlah olehmu berdua kedalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala.
Yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu.
Yang menyembah sembahan lain berserta Allah maka lemparkanlah dia kedalam siksaan yang sangat.

Inilah akhir dari orang-orang yang menyembah Allah dan menyenderkan diri kepada ayat-ayat-Nya atau mengkeramatkan benda yang ada dimuka bumi maka jahanamlah tempat tinggalnya.
Surat AL ANBIYAA “21 : 98”
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan jahanam, kamu pasti masuk kedalamnya.

Apa yang kamu sembah yang diluar Allah atau yang lain selain Allah baik itu ayat Allah maupun benda-benda yang kamu keramatkan dimuka bumi maka jahanamlah tempat tinggalmu. Demi Allah kamu pasti akan masuk kedalamnya, tidak ada keraguan sedikitpun untuk kamu masuk kedalamnya, waktu kematianmu rohmu melayang-layang, bergenatayangan kesana kemari karena Allah tidak membutuhkanmu lagi.

Surat AL HAJJ “22 : 31”
Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia, barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ketempat yang jauh.

Maka melayang-layanglah kamu terus kesana kemari karena kamu belum dikembalikan kepada Allah kecuali waktu sangkala ditiupkan lagi, maka ragamu diciptakan yang baru, barulah rohmu dimasukan kedalam raga tadi untuk diminta pertanggungan jawab.

Surat YUNUS “10 : 4”
Hanya kepadanyalah kamu semua akan kembali sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan mahluk pada permulaannya kemudian mengulanginya kembali, agar dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil dan untuk orang-orang yang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.

Maka waktu engkau sudah disatukan dengan ragamu yang baru digabungkanlah engkau besama dengan syaitan, karena engkau dimasa hidupmu syaitanlah yang menyertaimu, maka dibangkitlah engkau bersama syaitan.

Surat MARYAM “19 : 68”
Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka kesekeliling jahanam dengan berlutut.

Surat AL MUTHAFFIFFIIN “83 : 7 – 12”
Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.
Tahukah kamu apakah Sijjin itu?
Kitab yang bertulis,
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
Orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.
Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa.

Sesudah kamu menerima kitabmu maka kamupun dibelenggu dan diseret kedalam neraka disanalah tempat tinggalmu.

Surat AL MU’MIN“40 : 71 – 73”
Ketika belenggu dan rantai dipasang dileher mereka, seraya mereka diseret,
Kedalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api.
Kemudian dikatakan kepada mereka: “Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan.”

Surat AL AHQAAF “46 : 28”
Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri tidak dapat menolong mereka, bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan.

Bagaimanakah kamu mengambil orang-orang sebagai wali itu, kamu merapatkan dirimu kepada kuburan-kuburannya, anggapanmu bahwa wali-wali itu orang yang dekat kepada Allah, lalu kamu menyenderkan dirimu kepada kuburannya, seolah-olah lewat perantara merekalah kamu dapat mendekatkan diri kepada Tuhan. Padahal Allah tidak menurunkan perintah seperti itu, kuburan Nabi sekalipun tidak dapat untuk mencapai Allah, yang dapat mencapai Allah hanyalah mengikuti pelajaran dari padanya kepadamu, mudah-mudahan kamu memahami.

Surat ASY SYU’ARAA “26 : 75 – 77”
Ibrahim berkata : “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,
Kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,
Karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam.

Kalau benar kamu mengaku dirimu orang Islam, agama Islam adalah agama Ibrahim, Ibrahim tidak menyembah sesuatu apapun dibumi melainkan Dia hanya menyembah Allah semesta alam dan tidak menyembah Tuhan yang lain, beserta Allah. Dia hanya berserah diri kepada Allah dan dia tidak menyenderkan dirinya kepada Firman-firman Allah, sedangkan agama yang ada pada manusia saat ini yang mengaku dirinya agama Islam, dia menyembah yang lain beserta Allah, maka dia tidak tergolong mengikuti agama Ibrahim, mudah-mudahan kamu mendapat pelajaran.

Surat AL HAJJ “22 : 62”
Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Apa saja yang kamu sembah, yang kamu anggap keramat, yang kamu anggap dapat menolongmu selain Allah, kesemuanya itu adalah batil adanya, kecuali kamu hanya menyembah Allah saja. Tiada Tuhan selain Dia, Dialah yang telah menciptamu dan Dia yang menciptakan Bumi tempat tinggalmu, Dialah yang mengeluarkan matahari untukmu, Dialah Yang Maha Kekal, tiada Tuhan selain Allah, demikianlah Kami menjelaskan kepada manusia.

Surat AL QALAM “68 : 36 – 40”
Mengapa kamu, bagaimanakah kamu mengambil keputusan?
Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab yang kamu membacanya?
Bahwa didalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu.
Atau apakah kamu memperoleh janji-janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari kiamat; sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan.
Tanyakanlah kepada mereka: “Siapakah di antara mereka yang bertangguh jawab terhadap keputusan yang diambil itu?”

Tiada hak bagimu membentuk agama menurut kemauan hatimu, Allah tidak membebaskan manusia itu beragama, sebagaimana yang diinginkan oleh hawa nafsunya, Allah tidak menurunkan dalil untuk beragama seperti itu, karena yang hak menentukan agama hanyalah Allah. Karena kepunyaannyalah apa yang ada dilangit dan dibumi, kenapa kamu merubah-rubah agama Allah yang sudah ditetapkan didalam Al Qur’an, sedangkan Allah sudah membentujk agama kepada manusia didalam Al Qur’an, maka ikutilah Dia karena tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang yang ingin kembali kepada Tuhannya, mudah-mudahan kamu dapat pelajaran.

Surat AL HAJJ “22 : 3 - 4”
Diantara manusia ada orang yang membantah tentang Allah, tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syeitan yang sangat jahat,
Yang telah ditetapkan terhadap syeitan itu, bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia, tentu akan menyesatkannya, dan membawanya keazab neraka.

Mengapa kamu membantah firman-firman Tuhanmu, padahal nafasmu Allah yang memberikannya kepadamu, hidupmupun Allahmu yang menghidupkan, Dia menurunkan pelajaran kepadamu, bukan untuk kamu bantah tetapi untuk kamu ta’ati, hanya syeitanlah yang sudah membantah Allah diwaktu dia diperintahkan sujud kepada Adam As, apakah kamu juga akan membantah Allah, hai manusia ?, maka kamu dijadikan satu golongan dengan mereka, golongan yang tidak akan beruntung didunia dan diakhirat, demikianlah dijelaskan kepada manusia.

Surat AL HAJJ “22 : 8”
Dan diantara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah, tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab yang bercahaya.

Ilmu adalah meliputi seluruh jiwa raga manusia, ilmu manusia tidak meliputi tentang dirinya sendiri, sedangkan ilmu Allah meliputi seluruh alam semesta, sedangkan kamu hai manusia, hanya mengetahui yang lahir saja, sedangkan yang ghaib kamu tidak mengetahui. Mengapa kamu akan menentang neraka jahanam sedangkan kamu pasti masuk kedalamnya.

Surat AN NISAA “4 : 123”
Itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak penolong baginya selain dari Allah.

Bukan menurut dugaan-dugaanmu saja agama itu, dan bukan menurut sangkaan-sangkaan orang-orang Nasrani saja agama itu, tetapi agama itu sebagaimana yang sudah diwahyukan didalam Al Qur’an, Allah sudah menurunkan agama kepadamu untuk memimpin kapada kebenaran, tidak dapat kamu mencapai kebenaran itu, dengan persangkamu, mudah-mudahan kamu dapat memahaminya.

Surat AL ‘IMRAN “3 : 23 – 24”
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab, mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudia sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi.
Hal itu adalah karena mereka mengaku: “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung”. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.

Semua orang-orang yang menganut agama dimuka bumi mendambakan surga, agama Yahudi mendambakan surga, agama Nasrani mendambakan surga, dan agama Madjusi mendambakan surga erta orang-orang Musyrikinpun juga mendambakan surga, padahal surga itu hanya milik bagi hamba-hamba Allah, yang beriman dan berserah diri kepada Allah saja dan tidak menyembah tandingan-tandingan Allah yang dianggap keramat karena tidak ada yang keramat dimuka bumi, karena tidak ada yang sanggup menciptakan nafas untuk dirinya sendiri, tidak ada yang sanggup pula menghidupkan dirinya sendiri diwaktu Allah mematikannya, tidak ada yang sanggup memindahkan matahari kebarat, orang-orang yang beriman tidak menyembah Tuhan manapun disamping Allah dan tidak menyenderkan diri pada ayat-ayat Allah, karena orang-orang beriman mengetahui bahwa ayat-ayat Allah adalah pelajaran serta peraturan mengenai cara-cara hidup yang diturunkan dari Tuhan Semesta Alam, hanya orang-orang berimanlah yang mewarisi surga, Maha benar Allah dengan segala firmannya.

Surat AL BAQARAH “2 : 80”
Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali selama bebeapa hari saja. “Katakanlah:” sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janjinya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”.

Setiap manusia yang masuk dalam neraka, dia pasti kekal didalamnya selama-lamanya, itulah yang difirmankan Allah didalam Al Qur’an, setiap orang yang masuk dalam surga dia kekal didalamnya selama-lamanya, itulah yang telah difirmankan Allah dalam Al Qur’an, Allah tidak menjanjikan dalam Al Qur’an bahwa kamu hanya disentuh oleh api neraka hanya beberapa hari saja, namun manusialah yang mengada-adakan perkataan itu, tetapi Allah tidak menurunkan janji seperti itu dalam Al Qur’an.

Surat AL ‘IMRAN “3 : 78”
Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mengatakan: “Ia dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.

Apakah kamu masih mengharap surga Allah atau keridhoannya? Padahal kamu sudah berbuat dusta terhadap Allah, kamu baca ayat-ayat Allah dan kamu tambah sebagian dari yang tidak diturunkan Allah, kamu baca untuk ini dan untuk itu, sehingga orang yang mendengar kamu apa yang kamu baca itu adalah kalam Allah, betapa besar dusta yang kamu buat terhadap Allah, padahal hatimu mengakui kamu sudah berbuat dusta tetapi kamu menutupinya, maka laknat Allah akan menyertaimu.

Surat AL’ANKABUUT “29 : 25”
Dan berkata Ibrahim: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mela’nati sebahagian; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.

Orang-orang yang menyembah Allah beserta yang lainnya atau telah mengkeramatkan benda-benda yang lain, kelompok mereka didunia, seiring sejalan, seiya sekata untuk menuju tempat yang dikeramatkan mereka, mereka saling tolong menolong bersamanya, saling kasih dan sayang didunia tapi dihari kiamat nanti saling mencela, saling menyalahkan antara ibu dan bapak, antara anak dengan ibu dan bapaknya, antara guru dengan murid-muridnya, maka saling berkelahi didalam api neraka jahanam.



Surat AN NISAA “4 : 22”
Dan berkatalah syeitan tatkala perkara telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya, sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

Maka syeitanpun tidak dapat menolongmu dihari kiamat, maka semua dosa yang telah kamu perbuat, kamu sendirilah yang akan memikulnya di Yaumil Kiamah, syeitan sendiri akan melepaskan diri dari apa yang kamu sembah, terjadilah penyesalan dirimu yang paling dalam pada hari itu, tidak ada kuasa syeitan pada hari kiamat, syeitan sendiri akan dilemparkan kedalam api neraka jahanam bersama orang-orang yang mengikuti dia, mudah-mudahan engkau mengerti.

Surat AL QASHASH “28 : 63”
Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka; “Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkanitu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami sesat, kami menyatakan berlepas diri kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami”.

Syeitan mengaku dia telah menyesatkan manusia, tetapi sesudah itu dia melepaskan diri dari apa yang kamu perbuat, karena diri syaitan itu sendiri menyadari dirinya dahulu telah sesat, maka dia memperbanyak kelompoknya dan diajaklah manusia kepada yang tidak diperintahkan Allah. Orang-orang yang kurang akalpun mengikutinya, dihari kiamat nanti syeitan berlepas diri dari apa yang kamu kerjakan.

Surat AN NAHL “16 : 86”
Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan melihat sekutu-sekutu mereka berkata: “Ya Tuhan kami mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari Engkau”. Lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya kamu benar-benar orang-orang yang dusta”.

Syeitan mengajakmu waktu didunia agar menyimpang dari jalan yang lurus, agar kamu jauh dari pada Al Qur’an, dia menyruhmu untuk memperolok-olok ayat Allah, diam menyuruhmu kepada sombong, sebagaimana syitan telah sombong terlebih dahulu, karena kesombongannyalah dia tidak mau sujud kepada Adam As, maka dibisikan kedalam pemikiran manusia agar manusia mengikuti sifat-sifat syeitan itu, maka kelak dia tidak mengakui dia pernah mengajakmu kepada kejahatan, tinggallah dirimu sendiri memikul dosa.

Surat AL MU’MINUUN “23 : 117”
Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

Siapapun manusia dimuka bumi yang menyembah tuhan yang lain beserta Allah, biarpun dia menegakkan syahadatnya setiap hari dan biarpun dia membuat rumah Allah sebesar bumi sekalipun, maka tidak akan beruntung karena dia telah mempersekutukan Allah.

Surat AN NAHL “16 : 25”
Menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun. Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.

Orang-orang yang mengajarkan Al Qur’an dan mencampur adukan dengan yang duluar Al Qur’an, maka dia akan memikul dosa-dosanya, dan dosa orang-orang yang telah diajarkan itu, karena yang disebut agama Allah adalah apa yang telah diwahyukan didalam Al Qur’an, maka nabi-nabi dahulu tidak ada yang membawa hadist, nabi-nabi itu hanya menyampaikan amanat-amanat Allah saja, maka jika mereka tidak mengambil pelajaran amat besar dosa yang dipikulkan pada hari kiamat nanti.

Surat IBRAHIM “14 : 28”
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni’mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembahkebinasaan?.

Kamu telah menjatuhkan dirimu dan keluargamu kedalam kekafiran, jika kamu mengajarkan dirimu dan keluargamu kepada yang diluar Al Qur’an dan pada golongan-golongan yang kamu pimpin dan kamu selalu berkata menurut pendapat si “A” atau si “B”, padahal Allah tidak menyuruh mengikuti yang tidak disuruh Allah, melainkan mengikuti wahyu yang diturunkan pada Rosullullah, sebab itulah Allah memelihara kitab suci Al Qur’an, supaya manusia tidak mengambil pelajaran yang tidak diturunkan Allah, mudah-mudahan kamu kembali kepada agama Allah.

Surat AL QASHASH “28 : 41”
Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru keneraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.

Mereka adalah pemimpin-pemimpin yang menjatuhkan kaumnya kepada kebinasaan, dia mengajarkan kepada mereka hal-hal yang tidak diturunkan Allah, dia menyuruh kepada pengikut-pengikutnya hal-hal yang tidak didatangkan dari Allah, maka binasalah mereka.

Surat AL MUHAMMAD “ 47 : 40 – 41”
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak mereka masuk surga, hingga unta masuk kelobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Mereka mampunyai tikar dari api neraka dan diatas mereka ada selimut. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.

Tidak ada pelajaran yang dapat membawamu masuk kedalam surga, melainkan pelajaran yang datang dari padanya, kalau kamu mengikuti pelajaran yang datang dari Allah maka kamu akan kembali kepada rahmatnya, dan kalau kamu berpaling daripada pelajaran Allah atau mencampur adukan dengan pendapat-pendapat atau dengan hadist-hadist, maka sekali-sekali kamu tidak dianggap mengikuti pelajaran dari Allah.

Surat AL HIJR “15 : 44”
Jahanam itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu untuk golongan yang tertentu dari mereka.

Seluruh nereka yang ada adalah jahanam, maka manusia yang masuk dalam neraka itu kekallah dia selama-lamanya, kecuali Allah menghendaki lain. Maka masuklah dari setiap golongan kepada pintu yang telah disediakan untuk golongan masing-masing, golongan orang-orang musyriklah yang memasuki pintu tingkatan terbawah, karena mereka ruku dan sujud kepada Allah tetapi sesudah itu mereka menyembah tuhan-tuhan yang lain disamping Allah, mereka telah mencampur-adukan yang hak dan yang bathil kedalam agama mereka, tidak sesuai dengan ikrar yang dikatakan dalam shalatnya bahwa sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah Tuhan Semesta Alam, itulah ikrar yang mereka ucapkan dalam shalat mereka, tetapi mereka masih juga menyender diri kepada ayat-ayat Allah, mereka membaca ayat ini untuk ini dan membaca surat itu untuk itu, padahal tidak ada keterangan –keterangan itu pada ayat-ayat Allah.

Surat QAAF “50 : 30”
Hari Kami bertanya kepada jahanam: “Apakah kamu sudah penuh?”. Dia menjawab: “Masih adakah tambahan?.

Allah bertanya kepada neraka jahanam dan mereka juga menjawab dengan sebenar-benarnya, maka neraka itupun tidak pernah penuh-penuhnya, neraka itu selalu muat untuk diisi manusia didalamnya, mak tidak ada sisa orang kafir diluar neraka, melainkan masuk semuanya kedalam neraka maka kekallah dia selama-lamanya.

Surat AZ ZUMAR“39 : 71”
Orang-orang kafir dibawa ke neraka jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka panjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?”. Mereka menjawab: “Benar”. Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.

Maka orang-orang kafir digiring kedalam api neraka jahanam, dan malaikat-malaikat bertanya kepada mereka: “Belum pernah datangkah kepadamu orang-orang yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu?” tetapi pendapat-pendapat, mengapa kamu tidak mengikuti ayat-ayat Allah saja didunia agar kamu mendapat petunjuk.

Surat ATH THUUR “52 : 12 – 16”
Orang-orang yang bermain-main dalam kebathilan,
Pada hari mereka didorong ke neraka jahanam dengan sekuat-kuatnya,
“Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.
Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
Masuklah kamu kedalamnya; maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

Manusia sudah dilahirkan oleh keindahan-keindahan dunia, sehingga manusia tidak lagi mau peduli dengan ayat-ayat Allah, seolah-olah dia menganggap neraka itu tidak ada, padahal apa yang dijanjikan Allah itu Maha Benar Allah dengan Segala Firmannya, tidak mungkin Allah berdusta kepada hamba-hambanya, sedangkan Allah menyuruh hamba-hambanya jujur, maka Allah tidak akan mendustakan hamba-hambanya dan apa yang dijanjikan akan diberikan kepadamu.

Surat AL WAAQI’AH“56 : 43 – 47”
Dan dalam naungan asap yang hitam,
Tidak sejuk dn tidak menyenangkan,
Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah,
Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah apabila kami mati dan manjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?.

Manusia tidak mengingat kematian akan tiba kepada dirinya, karena dia terpengaruh dengan kehidupan duniawi, dan lalai oleh perhiasan dunia, sehingga dia tidak mengetahui lagi yang mana yang haram dan yang mana yang halal, dia ingin menguasai dunia ini, maka waktu azab tiba penyesalanlah yang menyertainya.

Surat AS SAJDAH “32 : 20”
Dan adapun orang-orang yang fasik, maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan kedalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.

Tidak dapat kamu keluar dari neraka itu dan kekallah kamu selama-lamanya disitu, kamu telah menjatuhkan dirimu dimasa hidup didunia kedalam kekafiran karena kamu telah ingkar kepada Tuhanmu yang menciptakan jiwa ragamu, maka tetaplah kamu didalam neraka selama-lamanya.
Surat AN NISAA “4 : 56”
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka kedalam neraka, setiap kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan azab, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan tidak memimpin dirinya dengan perintah ayat-ayat Allah, maka Allah menanamkan sifat kafir kepada ayat-ayat Allah, tetapi jika mereka tidak beriman kepada hadist atau pendapat-pendapat maka Allah tidak mengatakan kafir, mengapa kamu masih mengambil hadist atau pendapat-pendapat?. Andaikata kamu tidak mengambil hadist atau pendapat-pendapat dan kamu mengikuti firman-firman Allah, maka Allah tidak akan menyalahkanmu, karena Al Qur’an tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang mencintai Allah dan Rosull-Nya.

Surat FUSHSHILAT “41 : 27 – 29”
Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
Demikianlah balasan musuh-musuh Allah, neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.
Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami; sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya dibawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina”.

Itulah siksaan yang telah disediakan kepada orang yang tidak mematuhi perintah Tuhannya, dan kamu bertengkar didalam azab itu, bersama dengn teman-temanmu yang pernah bersatu padu didunia, saling menyalahkan satu sama lainnya, mudah-mudahan kamu mempergunakan akalmu.

Surat ASY SYU’ARAA “26 : 94 – 103”
Maka mereka dijungkirkan kedalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat.
Dan bala tentara iblis semuanya.
Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka;
“demi Allah: sungguh kita dahulu dalam kesesatan yang nyata,
karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan Semesta Alam”.
Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa,
Maka kami tidak mempunyai pemberi safa’at seorangpun,
Dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,
Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman”.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Itulah akibat bagi kamu, karena kamu telah menyamakan Allah dengan syeitan yang terkutuk, kamu dan sembahan-sembahanmu, dijungkir balikan keseluruhhannya kedalam api neraka jahanam, nasib yang malang menimpamu dan keluargamu.

Surat SHAAD “38 : 64”
Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, pertengkaran penghuni neraka.

Maka saling bertengkarlah satu sama lainnya didalam neraka itu, terus menerus kamu bertengkar didalamnya dan tiada henti-hentinya manusia bertengkar didalam api neraka jahanam itu.

Surat AL A’RAAF “7 : 38”
Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk dia mengutuk kawannya; sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian diantara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing mendapat yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”.

Itulah penghuni-penghuni neraka saling kutuk mengutuk satu sama lainnya, karena siksaan yang amat pedih didalamnya, tidak dapat dibayangkan siksaan itu oleh hati manusia didunia ini, amat besar siksaan Allah, untuk orang-orang yang berpaling dari pada pelajaran Allah yaitu Al Qur’an

Surat AR RAHMAAN “55 : 38 – 44”
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
Maka Ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Inilah neraka jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.

Itulah golongan bangsa jin dan bangsa manusia yang masuk kedalam api neraka jahanam karena mereka waktu masa hidup dimuka bumi terlalu berani membantah firman-firman Allah, padahal firman-firman itu diturunkan demi keselamatan bangsa jin dan manusia, tetapi jin dan manusia berpaling dari pada pelajaran yang datang dari Allah.

Surat AL ARAAF “7 : 179”
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Karena kamu tidak mensyukuri rahmat yang dicurahkan Tuhanmu, maka Allah memberikan kamu akan agar kamu dapat membedakan mana yang diciptakan dan siapa yang menciptakan, yang dicipta adalah alam semesta dan yang mencipta adalah Tuhan Yang Maha Esa, tetapi kamu masih juga mencari Tuhan yang lain, padahal Allah melarangmu mempersekutukan Allah dengan mahluk ciptaannya, manusia saja dengan barang ciptaannya tidak pernah sama, mana mungkin Allah sama dengan ciptaaannya?, mengapa kamu tidak mempergunakan akalmu.

Surat AN NABA “78 : 40”
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.

Hanya penyesalan pada hari manusia melihat api neraka jahanam, mereka menyesali dirinya sendiri tetapi dia tidak bias lari dari pada azab Allah, maka azab Allah menyatu dengan mereka dan penyesalanlah yang ada pada diri mereka.

Surat AZ ZUKHRUF “43 : 77”
Mereka berseru: “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja,” dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal.”

Mereka didalamnya tidak bisa mati untuk selama-lamanya, walaupun azab terus menerus menyiksa mereka, namun mereka kekal didalamnya tetapi mereka tidak bisa mati sama sekali meskipun mereka menginginkan mati, tetapi tidak bisa mati untuk selama-lamanya.

Surat AL ARAAF “7 : 44”
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka: “Sesungguhnya kami dengan sebenar-benarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa yang Tuhan kamu menjanjikannya? “mereka menjawab: “Betul”. Kemudian seorang penyeru mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.”

Penghuni-penghuni surga pada hari itu adalah kemenangan besar yang menyertai mereka, mereka telah mendapati apa yang telah dijanjikan Allah dan mereka melihat kepada penghuni-penghuni neraka yang berada dibawah penghuni-penghuni neraka berada didalam azab yang besar.

Surat AL ARAAF “7 : 46 – 48”
Dan diantara keduanya ada batas; dan diatas a’raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salaamun ‘alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera.
Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang yang zalim itu”.

Mereka penghuni-penghuni surga yang lebih dahulu masuk dari golongan nabi-nabi terdahulu, maka dari nabi yang datang mereka juga ingin segera masuk untuk bertemu dengan saudara-saudaranya yang seiman dan seagama, walaupun perbedaan kitab diantara mereka satu sama lainnya, orang-orang kafir pada hari itu sudah dikumpulkan kedalam api neraka jahanam, sia-sialah apa yang mereka kerjakan dimuka bumi, karena tidak ada seorangpun yang dapat memberi safa’at kepada orang-orang kafir atau orang-orang musyrik, Allah tidak ridho kepadamu, tempat mereka adalah neraka selama-lamanya, demikianlah Kami jelaskan kepada manusia agar orang-orang yang masih hidup kembali kepada jalan Tuhannya, yaitu dengan mengikuti wahyu yang diturunkan oleh Allah dan mengikuti pelajaran Allah itulah yang baik bagimu.

Surat AL ARAAF “7 : 50”
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu.” mereka menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.”

Maka penghuni surga tidak diberi izin kepada mereka untuk melemparkan makanan atau minuman kepada penghuni neraka, walaupun itu karib kerabatnya, kerena kutukan Allah menyertai orang-orang yang mati dalam kekafiran.

Surat MUHAMMAD “47 : 18”
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya, maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?.

Maka tidak ada faedahnya lagi penyesalan yang ada pada diri penghuni neraka itu, karena mereka tidak akan dikembalikan didunia untuk beribadah, inilah kerugian yang nyata, karena kamu lebih mencintai duniamu dari pada negeri akhirat.

Surat AL FURQAAN “25 : 29”
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

Barulah kamu menyadari bahwa syaitan itu tidak mau menolong manusia tetapi diwaktu didunia dulu kamu tidak mempercayainya, bahwa syaitan itu musuh yang nyata, malah kamu mengambil dia sebagai pelindungmu, apa gunanya hari ini penyesalan, karena hari ini hari akhirat bukan hari dunia.

Surat AL HAJJ “22 : 72”
Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: “Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?” Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Waktu didunia dahulu kalau kamu mendengar orang-orang yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu seolah-olah kemarahanmu mendidih keubun-ubunmu sehingga terpancar warna mukamu, begitu dalam kebencianmu kepada ayat-ayat Allah, padahal dirimu datang dari Tuhanmu, dan ayat-ayatpun dari dari Tuhanmu meskipun lebih dahulu datang kemudian Allah membimbing manusia pulang kepadanya, hari ini kamu baru menyesali apa gunanya lagi.

Surat YAASIIN “36 : 60”
Bukankan Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”.

Allah sudah melarang manusia diwaktu hidupnya supaya tidak mendekatkan diri untuk menyembah syaitan yang terkutuk, karena syaitan itu benar-benar membawa anak dan isterimu kedalam api neraka jahanam, dan dineraka tidak ada penolong bagimu, maka rasakanlah azab jahanam yang kekal selamanya.

Surat AL AN’AAM “6 : 30”
Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya. berfirman Allah: “Bukankah ini benar?” Mereka menjawab: “Sunggu benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari”.

Dulu kamu tidak mengimani dengan sebenar-benarnya diwaktu kamu masih didunia, kamu tidak mengikuti pelajaran-pelajaran dari Tuhanmu dan kamu tidak menyukai pelajaran Tuhanmu yang diwahyukan kepadamu, kamu tidak menyakini adanya neraka ini, bukankah ini adalah benar neraka yang diancamkan kepadamu?, maka tidak ada lagi faedahnya penyesalanmu ini. Inilah balasan atas orang-orang yang ingkar pada ayat-ayat Allah.

Surat IBRAHIM “14 : 49 – 50”
Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.
Pakaian mereka adalah dari pelangkin dan muka mereka ditutup oleh api neraka.

Inilah pakaianmu, karena kamu tidak menyakini adanya negeri akhirat ini, lalu kamu tidak menempuh jalan kepada negeri akhirat ini, padahal Tuhanmu sudah menurunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu memimpin dirimu dan keluargamu dengan petunjuk wahyu yang datang dari Tuhanmu, maka pada hari ini tidak ada yang dapat menolongmu dari pada azab Allah, maka tinggallah dirimu dan keluargamu dalam api neraka kekal untuk selama-lamanya.

Surat AL MUDDATSTSIR “74 : 35 – 47”
Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,
Sebagai ancaman bagi manusia,
Bagi siapa diantaramu yang berkehendak akan maju atau mundur,
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
Kecuali golongan kanan,
Berada didalam surga, mereka Tanya menannya,
Tentang orang-orang yang berdosa
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar?”
mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
dan kami tidak memberi makan orang miskin,
dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,
hingga datang kepada kami kematian”.

Inilah balasan kepadamu karena kamu lali dengan dunia, maka dalam neraka; Saqar inilah temat tinggalmu, bencana yang tidak dapat kamu hindarkan daripadanya, didunia diperintahkan shalat untuk menyembah Tuhanmu tetapi kamu melakukannya dengan tulus ikhlas kepada Tuhanmu, andaikata kamu melakukan, shalatpun kamu lakukan dengan hawa nafsu untuk mencapai duniawi dan kamu diperintah memberi makan fakir miskin tapi kamu tidak memberinya sebaliknya kemu berfoya-foya untuk berbuat maksiat, sehingga kematianmupun datang menjemput, maka tiada faedah lagi apa yang kamu usahakan didunia, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi manusia yang masih hidup.

Surat AL HAAQQAH “69 : 35 – 36”
Maka tiada seorang temanpun pada hari ini disini.
Dan tiada makanan sedikitpun kecuali dari darah dan nanah.

Di dalam neraka ini tidak ada makanan yang dapat memakannya kecuali darah dan nanah, serta tidak seorang temanpun yang dapat memberi safa’atnya kepadamu, kamu telah dibiarkan kekal didalam api neraka jahanam, karena kamu lebih mencintai kehidupan duniamu dari pada akhirat.

Surat IBRAHIM “14 : 16 - 17”
Dihadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,
Diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan dihadapannya masih ada azab yang berat.

Didalam jahanam itu, kamu hanya memakan darah dan nanah, kamupun tidak sanggup melihatnya apalagi untuk memakannya, namun karena terpaksa kamu harus memakan darah dan nanah itu, dari segala penjuru azab mengejarmu, baik dari depan, maupun dari belakangmu, baik dari atas maupun dari bawahmu, seluruhnya dikepung oleh azab, tetapi kamu tidak bisa mati didalamnya kecuali mati waktu didunia saja.

Surat AD DUKHAAN “44 : 56”
Mereka tidak akan merasakan mati didalamnya kecuali mati didunia, dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,

Orang-orang yang dihari akhirat tidak akan merasa mati selama-lamanya semuanya kekal, begitupun dengan orang-orang yang disurga mereka kekal selama-lamanya, dan mereka dijauhkan daripada azab sedangkan orang-orang yang berada dlam api neraka jahanam siang dan malam mereka dikepung oleh azab, merekapun kekal selama-lamanya mudah-mudahan kamu mengambil jalan keridhoan Tuhanmu sebelum kematian menjemputnya.

Surat AL JUMU’AH “62 : 8”
Katakanlah : “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”

Wahai manusia kembalilah kejalan Tuhanmu sebelum rohmu terpisah dengan ragamu, dengan mengikuti Al Qur’an yang diturunkan untuk segenap manusia, pimpinlah hidupmu dan keluargamu sebagaimana yang diperintahkan Allah didalam Al Qur’an, karena kematianmu bisa datang kapan saja, hanya angan-anganmulah yang merasakan bahwa kamu masih lama mati, padahal kepastian cepat atau lambat kamu tidak akan mengetahui, bila kamu tidak mengikuti jalan Allah yang diperintahkan kepada manusia, maka pada hari kematian itu hari yang paling sangat merugi bagi dirinya, pikirkanlah sebelum kematian menjemput.

Surat AN NISAA “4 : 78”
Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”. Dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini dari sisi kamu”. Katakanlah: “Semuanya dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?.

Tiadalah tempat dibumi ini yang menyebabkan kamu tidak bisa mati, sekalipun kamu berada ditempat terlindung dari kematian, maka kematian itu tetap akan menyertaimu, karena setiap jiwa mengerti kapan dia keluar dari raga manusia. Maka sebelum hari itu tiba alangkah baiknya jika kamu mengambil jalan orang-orang yang kembali kepada Tuhannya yang dapat mengembalikanmu kepada Tuhanmu, hanyalah pelajaran yang datang dari Tuhanmu dan jika kamu telah mengambil pelajaran yang tidak datang dari Tuhanmu maka tempat kembalimu adalah neraka jahanam, dan kamu tidak dapat keluar selama-lamanya, bila benar kamu telah beriman kepada Allahmu apapun yang menimpamu adalah dari Tuhanmu dan bukan dari seseorang yang berada dimuka bumi, mudah-mudhan kamu menjadi orang yang mengerti pelajaran Tuhanmu.

Surat ASH SHAAFFAAT “37 : 63 – 70”
Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.
Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim,
Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan,
Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu,
Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar keneraka jahim
Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat
Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.

Inilah ancaman Allah kepada orang-orang yang mengikuti hawa nafsu mereka dimuka bumi, atau mengikuti jejak orang tua yang tidak mengerti jalan yang lurus, wahyu yang diwahyukan Allah ditinggalkan meeka, tetapi mereka hanya mengikuti pendapat-pendapat orang-orang yang dikalangan mereka, mereka lebih beriman kepada perkataan-perkataan orang-orang yang tidak mengerti tentang jalan pulang kepada Tuhannya, padahal Allah menurunkan wahyu kemuka bumi agar hamba-hambanya memahami jalan pulang kepada Tuhannya, tetapi wahyu itu ditinggalkannya dan hawa nafsunyalah yang dia perjalankan, maka neraka jahimlah tempat kembalimu, pelajaran bagi manusia yang masih hidup

Surat AL AN’AAM “6 : 31”
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan, sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami, tentang kiamat itu ! “Sambil mereka memikul dosa-dosa diatas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.

Pada hari kiamat tiada arti lagi penyesalan bagimu, karena disana bukanlah tempat ibadah untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tempat ibadah adalah waktu hidup dimuka bumi ini, sebelum datang penyesalan dan selagi masih hidup dimuka bumi sembahlah Allah dan beribadahlah kepadanya, ikutilah apa yang diwahyukan dalam Al Qur’an, kami bersumpah benar-benar kamu dapat kembali kepada Tuhanmu, kalau kamu benar-benar beriman dan mengikuti pelajaran yang diwahyukan kepadamu didalam Al Qur’an.

Surat AL AN’AAM “6 : 28”
Tetapi telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya, sekiranya mereka dikembalikan kedunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya, dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.

Orang-orang yang dihari kiamat yang memikul dosa atas punggungnya dengan sepenuh-penuhnya, dia menyesal dan tiada lagi yang tersembunyi dari apa yang mereka kerjakan, andaikata Allah mengembalikan mereka kedunia, mereka tetap menempuh jalan orang-orang yang durhaka kepada Tuhannya, sedikitpun mereka tidak berbalas budi kepada apa yang Allah berikan kepadanya sedikitpun, harta Allah dirampas oleh mereka dan kehidupan yang diberikan oleh Allah bukan untuk menyembah Allah, tetapi untuk menyembah syaitan yang terkutuk, kebanyakan mereka dimuka bumi ini lebih cenderung mempersekutu Allah dengan syaitan yang terkutuk padahal Allah sudah melarang untuk tidak mengikuti langakah-langakah syaitan, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia, mudah-mudahan kamu dapat mengambil pelajaran.

Surat SABA “34 : 40 – 41”
Dan hari Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.

Maka pada hari kiamat merekapun mengakui kesalahan-kesalahan mereka, semuanya akan tampak apa yang kamu kerjakan didunia ini, sesungguhnya syaitan itu tidak memberi petunjuk kepadamu, tetapi yang memberi petunjuk kepadamu adalah Tuhan Semesta Alam, syaitan menyuruhmu berbuat maksiat dimuka bumi dengan memasukan kedalam hatimu, agar kamu ragu terhadap ayat-ayat Allah, tetapi syaitan akan membawa manusia kedalam api neraka yang menyala-nyala Maha Benar Allah Dengan Segala Firmannya.

Surat AL AN’AAM “6 : 100”
Dan mereka menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong: “Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan”, tanpa ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.

Manusia mempersekutu Allah dengan syaitan yang amat sangat terketukuk, padahal syaitan-syaitan itu lebih dahulu telah ingkar kepada Allah, lalu Allah mewahyukan kepada manusia agar manusia itu tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, Allah tidak membenarkan perbuatan manusia yang menyuruhmu mempersekutukan Allah dengan mahluknya?, dan mengapa kamu mempersekutu Allah dengan syaitan yang terkutuk?, dan apakah bila Allah hendak mematikanmu, apakah syaitan itu dapat menahan kematianmu?, Allah tidak menghadirkan syaitan untuk penciptaan langit dan bumi, maka janganlah kamu mengambil mereka dan anak keturunan mereka untuk kamu mempersekutukan Allah dengan mereka.

Surat AL KAHFI “18 : 50 – 51”
Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim.
Aku tidak menghadirkan meeka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.

Disinilah Allah memperingatkan manusia dan menjelaskan kepada manusia tentang golongan-golongan jin yang terkutuk yang amat ingkar kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidaklah Allah menjelaskan ayat ini kepadamu wahai manusia agar kamu mengambil pelajaran kepadanya, agar kamu tidak menghadapkan pendengaranmu kepada syaitan yang terkutuk, yang kamu anggap petunjuk sedangkan petunjuk Allah itu adalah Al Qur’an, bukan bisikan-bisikan syaitan dalam tidurmu?, maka janganlah kamu menganggap petunjuk bila syaitan mewas-waskan hatimu, karena setiap wahyu Allah hanya diturunkan kepada utusan-utusannya, tetapi bagi manusia diakhir zaman ini diperintahkan berpegang teguh kepada Rosul, Nabi yang Ummi, janganlah kamu berbuat dusta dimuka bumi, kamu berkata bahwa kamu sudah mendapat petunjuk, padahal hidayah Allah adalah Al Quran yang telah diwahyukan kepadamu, syaitanlah yang membawa berita kepaamu yang kamu anggap wahyu atau wangsit.
Surat AL AN’AAM “6 : 93”
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah”. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya: “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

Allah Subhannawata’ala telah memelihara Al Qur’an sampai hari penghabisan, Allah menetapkan hukum kepada manusia didalam Al Qur’an dan tidak turun kitab selama-lamanya untuk manusia, cukuplah Al Qur’an ini sebagai pedoman hidupmu, Al Qur’an-lah yang dapat mengembalikanmu kepada Allah janganlah kamu berkata bahwa kamu sudah mendapat wahyu, padahal Allah hanyalah menurunkan wahyu kepada hamba-hambanya yang menjadi utusannya, bukan dikuburan-kuburan wali yang kamu anggap itu adalah wahyu padahal itu tiada lain hanyalah bisikan-bisikan syaitan yang terkutuk, karena Allah tidak pernah menyuruhmu bertapa sebagaimana Rosulmu bertapa digua Hirah, Rosululah waktu bertapa digua Hirah belum mengerti makna jalan yang lurus, tetapi sesudah diwahyukan kepada Rosullulah tidak lagi bertapa digua Hirah, sampai hri kematiannya maka sesudah wahyu yang diwahyukan kepada Rosullulah adalah menetapkan bahwa Al Qur’an ini merupakan petunjuk bagi seluruh manusia, kalau ingin mendapat petunjuk dari Allah ambil saja Al Qur’an tidak usah kamu bertapa, demikianlah Allah menjelaskan kepada manusia.

Surat AL ARAAF “7 : 146”
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya dimuka bumi tanpa alas an yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.

Manusia amat zalim terhadap dirinya sendiri, padahal diri manusia menyadari bahwa dirinya diciptakan oleh Tuhannya, lalu Allahpun menurunkan ayat-ayat-Nya kemuka bumi agar dengan ayat-ayatnya itu dapat mengembalikan dirinya kepada Allah yang telah menciptakan dirinya, tetapi sebagian besar manusia dimuka bumi selalu berpaling dari ayat-ayat Allah, karena mereka pada dasarnya dimuka bumi tidak suka pada budi pelkerti yang dipimpin oleh Al Qur’an, padahal Al Qur’an sajalah yang sebaik-baiknya pelajaran yang dapat menjaga kesucian mereka, karena Al Qur’an melarang manusia dimuka bumi melakukan kerusakan, tetapi manusia tidak mau mengambil Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya, bila mereka melihat ayat-ayat Allah dengan nyata, mereka tidak mau mengikutinya tetapi bila mereka melihat prasangka atau perkataan yang tidak seorangpun yang sanggup bertanggung jawab di Yaumil Kiamah dihadapan Allah mereka terus menempuhnya.

Surat YUSUF “12 : 103”
Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman – walaupun kamu sangat menginginkannya -.

Surat YUSUF “12 : 106”
Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah.

Kenapa kamu tidak beriman kepada Alalh bukankah beriman kepada Allah itu suatu kebajikan ?, bukankah kamu mengerti bahwa Allah itu Maha Besar ?, bukankah kamu mengerti bahwa Tuhan itu tidak ada yang sama dengannya ?, mengapa kamu mempersekutukannya dengan mahluk siptaannya ?, padahal mempersekutu Allah sama saja kamu membeli neraka jahanam. Mengapa kamu terus mempersekutu Allah Robbal Allamin ?, tidakkah kamu mempunyai rasa malu menyamakan Allah dengan ciptaannya ? andakata seorang bapakmu pekerjaan sehari-harinya membuar lemari kayu, lalu sang anak mengatakan bahwa bapak sama dengan lemari ini, bagaimanakah perasaanmu ?, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

Surat AL AN’AAM “6 : 111”
Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan segala sesuatu kehadapan mereka niscaya mereka tidak akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengtahui.

Manusia amat ingkar kepada Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, mereka menempuh jalan untuk menentang Allah, manusia tidak ingin menempuh jalan yang diridhoi Tuhannya, manusia selalu mencari jalan yang selalu membuat Allah murka kepadanya, padahal kelak dihari kemudia dia akan menyaksikan apa yang telah dikerjakannya dimuka bumi ini, maka barulah menjadi sesalan dirinya karena amat mencintai kehidupan dunia, janganlah kamu menjadikan dunia ini tempat yang akhir dari perjalananmu, sesungguhnya perjalanan akhir bukanlah didunia ini, karena dunia ini adalah fana bukanlah tempat yang tetap tetapi negeri akhiratlah negeri yang ada dan yang terus ada, mengapa kamu membiarkan hari negri akhiratmu dan mengutamakan duniamu?, apakah kamu mengerti hai manusia ???

Surat AL A’RAAF “7 : 176”
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikannya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia senderung kapada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamannnya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Kami kisahkan kepadamu hai manusia tentang perumpamaan diri manusia itu sendiri, Allah menurunkan ayat-ayat kepada manusia yang dapat memuliakan dengan perantara ayat-ayat itu, tetapi manusia berpaling dan mengambil yang lebih rendah, karena manusia lebih suka kepada duniawi dan mencintai harta benda duniawi, maka mereka mendahului Allah dan Rosulnya, bila yang menjelaskan ayat-ayat Allah kepadamu kamu mengeluarkan lidahmu untuk membantah dan bila orang yang menjelaskan ayat-ayat tersebut telah pergi meninggalkanmu, kamu mencari kelompok-kelompokmu dan mengeluarkan lidahmu untuk menceritakan orang yang menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. yang sebenarnya kamu membenci ayat-ayat Allah maka kamu tidak menyukai orang yang membacakan ayat-ayat kepadamu. kamulah manusia yang telah mendahului Allah dan Rosulnya, wahyu Allah kamu tinggalkan dan perkataan-perkataan bohong kamu menyukainya, pernahkan kamu melihat orang yang berjalan bersama-sama dengan anjing peliharaannya ?, anjing itu selalu berjalan mendahului tuannya, dia lebih sering berjalan didepan dan dia mengambil jalan keparit jalan, lalu dia lari lagi untuk mendahului tuannya, begitulah perumpamaan yang dijelaskan kepadamu.

Surat AL MUDDATSTSIR “74 : 48 – 55”
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at,
Maka mengapa mereka berpaling dari peringatan ?,
Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,
Lari dari pada singa,
Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka,
Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat,
Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Qur’an itu adalah peringatan.
Maka barangsiapa mengendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya.

Bukankah manusia bila melihat ayat-ayat Allah yang dibacakan oleh seorang manusia yang mencintai Allah, dengan terperinci dan jelas seolah-olah kegelisahanpun terpancar diwajahnya, dilihat dari gaya duduknya dalam keadaan gelisah, seolah-olah dalam hatinya sedang berfikir alas an apa yang akan dikatakan kepada orang yang membacakan ayat-ayat Allah agar dapat ditinggalkannya, maka bola matanyapun saat itu dalam keadaan tidak tenang terpancar kegelisahannya ingin cepat-cepat meninggalkannya, benarlah apa yang diwahyukan ayat-ayat ini seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari dari singa, begitulah maka persiapkanlah dirimu dengan sebenar-benarnya untuk menentang neraka jahanam kelak di Yaumil Kiamah, karena kamu pasti tinggal didalamnya.

Surat AN NISAA “4 : 165”
Selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alas an bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah sudah mengutus rasul-rasul dimuka bumi ini untuk membawa pelajaran Tuhanmu, agar diyaumil kiamah nanti manusia tidak lagi membantah Allah. Allah mengutus rasul kepadamu karena kewajiban Allahlah mengutus rasul itu agar rasul-rasul itu membacakan ayat-ayat Allah kepadamu, supaya jelas siapa yang menentang Allah dan siapa yang mencintai Allah, adapun orang-orang yang mencintai Allah mengambil pelajaran yang disampaikan rasul kepada mereka dan mengerjakan ibadah sebagaimana yang ditetapkan Allah didalam Al Qur’an serta mereka tidak mengganti perintah Allah dengan yang tidak diperintahkan, itulah hamba-hamba yang mencintai Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Surat IBRAHIM “14 : 1”
Alif, Laam Raa. Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan ijin Tuhan merka, menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Allah mewahyukan Al Qur’an ini kepada Rasullulah, agar Rosullulah mengeluarkan umatnya dari kekafiran kepada cahaya iman, untuk jalan kembali kepada Tuhannya, tetapi hati manusia kurang yakin, bahwa Al Qur’an ini dapat mengembalikan kepada Tuhannya lalu manusia tidak puas dengan Al Qur’an yang diturunkan semesta alam, kemudian manusia menambahkan dengan yang tidak diwahyukan kepadanya, mereka mengada-adakan hadist, padahal Rosul tidak mengadakan hadist dirinya, mereka mengadakan perkataan-perkataan yang lain lagi yang dianggap mereka jalan pulang kepada Tuhan mereka. Mana mungkin tutur kata manusia dapat sebanding dengan wahyu Illahi dan hanya wahyu Illahilah yang diwajibkan untuk diimani manusia, sebagaimana Rosullulah berpegang teguh pada wahyu Allah, karena Rosul yakin seyakinnya bahwa yang dapat mengembalikan diri rosullulah hanyalah melalui petunjuk Al Quran, mengapa kamu mengambil hadist-hadist Rosul sedangkan Allah menyuruh beriman kepada ayat-ayat yang diwahyukan kepadanya.

Surat FAATHIR “34 : 50”
Katakanlah: “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri, dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.

Bagi manusia yang mempunyai akal sehatnya dia mengambil pedoman ikrar Rosullulah. Rosul sudah berikrar kalau dirinya sesat, maka dia sesat atas kesalahan dirinya tetapi kalau dia mendapat petunjuk itu bukan atas dasar kecerdasannya tetapi karena rahmat Allah, dan mendidiknya dengan perantara wahyu Tuhan, lalu Allah memelihara wahyu itu sampai hari kiamat, orang yang sudah mendapat petunjuk lewat wahyu bukan lewat hadist dirinya, orang yang beriman kepada wahyu Illahi Al Qur’an juga akan mendapat petunjuk sebagaimana Rosulnya, mudah-mudahan kamu mempergunakan akal.

Surat AL MAA-IDAH “5 : 67”
Hai Rosul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan, kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Sesudah Rosul mendapat petunjuk dengan apa yang diwahyukan Allah, maka Allah menyuruh Rosul-Nya agar dia menyampaikan amanat Allah dengan benar tidak menambah dan tidak menguranginya, karena Rosul tahu dirinya mendapat petunjuk disebabkan apa yang diwahyukan kepadanya, agar manusiapun mendapat petunjuk makla disampaikannya dengan terang kepada manusia.

Surat AN NUUR “24 : 54”
Katakanlah: “Ta’atlah kepada Allah dan Ta’atlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan penyampaikan dengan terang.”

Tugas rasul hanya apa yang dibebankan kepadanya, tetapi tugas manusia apa yang dibebankan kepadamu hai manusia, yang dibebankan rosul adalah menyampaikan wahyu dengan terang, yang dibebankan kepada manusia adalah beriman kepada apa yang disampaikan rosulnya, lalu memimpin cara-cara hidupnya sebagaimana Allah mewahyukan kepada Rosul-rosulnya, tetapi manusia kebanyakan serakah maka terjadilah mencampur adukan antara wahyu denganHadist, Allah tidak membebankan rasul untuk menyampaikan hadist tetapi Allah menyampaikan kepada rasul amanat Allah semata.

Surat AL GHAASYIYAH “88 : 21 – 26”
Maka berilah peringatah, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan,
Kamu bukanlah orang yang beruasa atas mereka,
Tetapi orang yang berpaling dan kafir,
Maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar,
Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,
Kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.

Tugas rasul hanya memperingatkan manusia dengan wahyu yang diwahyukan kepadanya, tugasmu mengikuti wahyu yang disampaikan kepadamu, kalau kamu berpaling dari apa yang disampaikan oleh rasul kepadamu, maka Allah tidak meminta pertanggung jawaban kepada rasul, karena yang memeriksa dirimu diyaumil kiamah bukanlah seorang rasul, tetapi Allah Yang Maha Mengetahui, apakah kamu berpaling atau beriman kepada apa yang disampaikan rosul kepadamu, kalau kamu beriman kamu menjadi golongan rosul itu sedangkan kalau kamu berpaling dan kafir maka kamulah yang akan bertanggung jawab diyaumil kiamah nanti.

Surat AL A’RAAF “7 : 61 –62”
Nuh menjawab: “Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan Semesta Alam”.
“Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak ketahui”.

Surat AL A’RAAF “7 : 67 – 68”
Hud berkata: “Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan Semesta Alam”.
“Aku menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercya bagimu”.

Surat AL A’RAAF “7 : 78 – 79”
Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan ditempat tinggal mereka.
Maka shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”.

Surat AL A’RAAF “7 : 92 – 93”
Orang-orang yang mendustakan Syu’aib, seolah-olah mereka belum pernah berdiam dikota itu, orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka itulah orang-orang yang merugi.
Maka Syu’aib meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu, maka bagaimanakah aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir ?”.

Begitu juga dengan nabi-nabi yang dahulu , tugas setiap-tiap nabi hanyalah menyampaikan amanat , apa yang disampaikan kepada mereka . Dia memberi nasehat kepada manusia atas dasar wahyu yang diwahyukan Allah kepadanya . Umat dahulu hidup hanya diatas dasar wahyu yang diwahyukan kepada nabi-nabi mereka , dan mereka tidak hidup diatas dasar hadist nabi-nabi mereka . Karena setiap nabi hamba-hamba yang dipercaya Allah Swt , tidak mungkin mereka melebih-lebihkan perkataan-perkataan wahyu yang diwahyukan kepada mereka , karena Allah memilih rasul-rasul Nya orang-orang yang jujur , dan bukan pendusta maka mereka hanya menyampaikan apa yang diwahyukan kepada mereka . Allah melarang manusia agar manusia tidak membeda-bedakan diantara rasul-rasul Nya . Mengapa nabi-nabi dahulu tidak ada hadistnya sedangkan nabi Muhammad saw ada hadistnya ?, bukankah Allah melarang manusia agar tidak membeda-bedakan diantara rasul Nya ?. Bagaimanakah kamu mengambil keputusan ? . Mengapa kamu mencampur- adukkan antara yang hak dengan yang bathil ? sehingga kitab Allah yang bercahaya kamu campur dengan hadist , apakah ada kekurangan pada Al-Qur’an itu untuk memimpinmu kepada kebaikan ? Kelak kamu pun akan diminta pertanggung jawaban .

Surat AL JIN “ 72 : 27 – 28 “
Kecuali kepada rasul yang diridhoi Nya , maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga dimuka dan dibelakangnya .
Supaya Dia mengetahui , bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya , sedang ilmu Nya meliputi apa yang ada pada mereka , dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu .

Setiap-tiap rasul yang diutuskan kemuka bumi ini , mereka selalu dijaga oleh malaikat-malaikat atas perintah Allah , agar Allah mengetahui yang disampaikan oleh rasul-rasul itu . Maka apabila dia melebihi dari apa yang diwahyukan Allah mengetahuinya . Maka kewajiban rasul itu hanya menyampaikan apa yang diwahyukan itu dengan jujur , tidak menambah dan tidak menguranginya , dan rasul tidak bertanggung jawab tentang apa yang kamu ada-adakan , maka orang-orang yang mengada-adakan lah yang telah membuat dusta terhadap Allah , dan rasul berlepas diri dari apa yang mereka kerjakan .

Surat AR RAD “ 13 : 40 “
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu , karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja , sedang Kamilah yang menghisab amalan mereka .

Kewajiban rasul menyampaikan amanat-amanat dengan terang , sedangkan kamu menta’ati apa yang disampaikan rasul kepadamu . Atau tidak menta’ati amanat yang disampaikannya . Yang jelas rasul sudah menyampaikan apa yang sudah dibebankan kepadanya . Urusan memeriksa amal ibadahmu dihari kiamat nanti bukan tugas rasul melainkan Allah yang Maha Esa yang akan memeriksa amal ibadahmu . Demikianlah kami jelaskan kepada manusia , agar manusia mengambil pelajaran dan supaya tidak menjadi orang yang tercela dihari kiamat .

Surat AL INFITHAAR “ 82 : 17 – 19 “
Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu ?
Sekali lagi tahukah kamu apakah hari pembalasan itu ?
Hari seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain .
Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah .

Tiada yang dapat memberi syafa’at dihari kiamat nanti , inilah hari pembalasan Allah tidak menganiaya hamba-hamba Nya . Bila kamu mati dalam keadaan cahaya iman , maka kamu akan menerima balasan yang baik Sedangkan jika kamu mati dalam kekafiran , maka tidak ada penolong bagimu , masing-masing manusia menerima pembalasan apa yang mereka kerjakan . Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang masih hidup .

Surat ABASA “ 80 : 11 – 16 “
Sekali-kali jangan ! sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan .
Maka barangsiapa yang menghendaki , tentulah ia memperhatikannya , didalam kitab–kitab yang dimuliakan .
Yang ditinggikan lagi disucikan ,
Ditangan para penulis ,
Yang mulia lagi berbakti .

Janganlah kamu dilalaikan oleh kehidupan dunia ini , kembalilah kepada apa yang diajarkan Tuhanmu yang Maha Pemurah , ikhlaskanlah dirimu dipimpin oleh perantara wahyu dalam kitab yang terpelihara . Sesungguhnya itulah yang baik bagimu , bila kamu memahami maka kemenangan besarlah bagi orang-orang yang mengambil pelajaran dari kitab yang mulia dari apa yang telah dituliskan oleh hamba yang menulisnya . Dengan petunjuk yang dipimpin oleh Tuhannya , sedikitpun tidak ada cela dalam agama Allah dan juga tidak ada keraguan dari padanya untuk keselamatan hamba Nya , maka diturunkanlah agama ini agar kamu kembali kepada Nya dengan puas lagi diridhoi . Maka itu janganlah kamu berpaling dari apa yang diwahyukan Tuhanmu . Allah telah mewahyukan Al-Qur’an demi keselamatan hamba Nya dan bukan untuk kebinasaan hamba Nya .Maka janganlah kamu mengikuti apa yang tidak ada dalam Al-Qur’an itu , karena dihari kiamat nanti akan diminta pertanggung jawaban kepada setiap manusia .

Surat AL ISRAA “ 17 : 36 “
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya . Sesungguhnya pendengaran , penglihatan dan hati , semuanya akan diminta pertanggung jawabnya .

Janganlah kamu mengikuti melainkan apa yang diwahyukan kepadamu , karena yang hak memberi agama kepadamu hanyalah Tuhan yang Maha Esa Dialah yang menciptakan dirimu dan Tuhanmu lah yang telah menghamparkan bumi sebagai tempat tinggalmu serta menurunkan air hujan dari langit . Mengapa kamu tidak setia kepada Tuhanmu ? , Padahal kamu telah dilarang mengikuti apa-apa yang tidak diwahyukan Tuhanmu , karena Tuhanmu tidak ingin hamba Nya celaka dengan susah payah Dia menciptakan dirimu maka Dia juga ingin menyelamatkan dirimu . Inilah wahyu Tuhanmu yang dapat membawamu pada keselamatan . Oleh karena itu ikutilah wahyu Allah saja , wahai hamba-hamba yang ingin kembali kepada Allah dengan selamat lagi terhormat disisi Nya kelak . Maka yakinilah bahwa wahyu ini yang dapat memimpinmu untuk keselamatan , Allahmu yang Maha berilmu maka dengan ilmu Nya lah Allah mewahyukan kepadamu . Dia memberi yang terbaik kepada hamba-hamba Nya , seorang ibu saja tidak ingin anaknya celaka , maka Allah juga tidak ingin hamba Nya celaka . Untuk itu lah Allah menghendaki supaya kamu mengikuti wahyu Tuhanmu dengan hati yang seyakin-yakinnya .Yang dikuatkan oleh :

Surat AL KAHFI “ 18 : 54 “
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan . Dan manusia adalah mahkluk yang paling banyak membantah .

Janganlah kamu membantah apa yang diturunkan Tuhanmu dan janganlah pula kamu merasa dirimu diatas Allah , sedangkan dirimu diciptakan oleh Allah . Mana mungkin lebih pandai dirimu dari pada Allah ? , sedangkan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu , baik yang ada pada diri manusia maupun pada seluruh alam semesta ini . Sedangkan diri manusia tidak mengetahui apa yang tersimpan didalam ubun-ubun diri manusia itu sendiri , tetapi Tuhanmu mengetahuinya dan manusia pun tidak mengetahui kapan dirinya akan mati ? sedangkan Allah mengetahui kapan diri manusia itu mati oleh sebab itu janganlah kamu wahai manusia membantah ayat-ayat Allah , relakanlah dirimu dipimpin oleh wahyu ilahi tidak baik bagimu bila menentang ayat-ayat Allah , kamu hanya mengetahui yang lahir saja , sedangkan yang ghaib kamu tidak mengetahuinya . Pergunakanlah akal sehatmu ? , janganlah kamu membohongi dirimu sendiri , ambillah pelajaran yang telah diwahyukan oleh Allah kepadamu .Sebagaimana yang dijelaskan dalam :

Surat AL JAATSIYAH “ 45 : 9 – 10 “
Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami , maka ayat-ayat itu dijadikannya olok-olok . Mereka lah yang memperoleh azab yang menghinakan .
Dihadapan mereka neraka jahanam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan , dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan dari selain Allah . Dan bagi mereka azab yang besar .

Janganlah kamu menyombongkan diri kepada ayat-ayat Allah , karena hanya sedikit kamu mengetahui ayat-ayat Allah . Dan janganlah kamu memperolok-olok ayat-ayat Allah serta jangan pula kamu membagi-bagi ayat-ayat Allah . Rendahkanlah dirimu terhadap ayat-ayat Allah dan janganlah kamu mengatakan sesuatu terhadap ayat-ayat Allah . Ayat itu tujuannya kesini dan ayat itu tujuannya kesitu . Sedangkan kamu hanya sedikit mengetahui tentang ayat-ayat itu . Dan janganlah kamu membaca ayat-ayat Allah atas dasar hawa nafsumu .serta janganlah kamu menjadikan ayat-ayat Allah itu untuk rezekimu . Sesungguhnya ayat –ayat itu bukan untuk lapang rezekimu tetapi untuk tuntunan pelajaran hidup bagi manusia yang menginginkan kembali kepada Tuhannya .

Surat THAAHA “ 20 : 123 “
Allah berfirman : “ Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama , sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain . Maka jika datang kepadamu petunjuk dari pada Ku , lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk Ku , ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka .

Allah berfirman kepada nabi adam As dan bangsa jin sewaktu mereka masih dilangit : “ Turunlah kamu semua dan kamu semua bermusuh-musuhan satu sama lain nya “, maka nabi adam As bermusuhan dengan syeitan , dan syeitan itu memang musuh yang nyata bagi manusia . Tetapi bila mereka sewaktu tinggal dimuka bumi Allah berfirman kepada mereka : ”Sewaktu kamu wahai kedua golongan berada dimuka bumi maka bila datang petunjuk Ku pada kedua golongan siapa saja diantara kedua golongan itu bila mengikuti petunjuk Ku , maka tidak ada yang dikhawatirkan bagi mereka dan tidak akan celaka untuk selama-lamanya . Karena petunjuk Allah lah yang harus diikuti oleh hamba-hamba Nya , tetapi kebanyakkan dari kedua golongan manusia dan golongan jin membantah kepada petunjuk Allah , hanya sedikit dari golongan manusia dan golongan jin yang mau beriman kepada petunjuk Allah , mereka itulah hamba-hamba yang dijauhkan dari api neraka jahannam .

Surat AL AHQAAF “ 46 : 29 – 32 “
Dan ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’an , maka tatkala mereka menghadiri pembacaan lalu mereka berkata : “ Diamlah kamu “, ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya memberi peringatan .
Mereka berkata : “ Hai kaum kami , sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab yang telah diturunkan sesudah musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus .
Hai kaum kami , terimalah orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadanya , niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih .
Dan orang yang tidak menerima orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari azab Allah dimuka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah . Mereka itu dalam kesesatan yang nyata “.

Inilah sebagian kecil dari bangsa jin yang beriman kepada kitab yang diturunkan Allah , mereka ta’at dengan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka , sebagian dari jin-jin itu menyampaikan risalah-risalah Allah yang didengar mereka kepada golongan mereka . jin-jin yang beriman ini tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun , begitu juga orang-orang yang beriman tidak mempersekutu Allah dengan sesuatu apapun dan orang beriman rela dirinya dipimpin oleh wahyu yang diturunkan lewat perantara rasul Nya yaitu manusia . Mudah-mudahan orang yang berakal mengambil pelajaran dari sini .

Surat AL JIN “ 72 : 1 – 10 “
Katakanlah : “ Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan , lalu mereka berkata : “ sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan “,
Memberi petunjuk kepada jalan yang benar , lalu kami beriman kepadanya ,
Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami ,
Dan bahwasanya Maha tinggi kebesaran Tuhan kami , Dia tidak beristeri dan tidak beranak .
Dan bahwasanya orang yang kurang akal dari pada kami dahulu selalu mengatakan yang melampaui batas terhadap Allah ,
Dan sesungguhnya kami mengira , bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah .
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin , maka jin-jin menambah bagi mereka dosa dan kesalahan .
Dan sesungguhnya mereka menyangka sebagaimana prasangkaan kamu ,
Bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorangpun ,
Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui langit , maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api ,
Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat dilangit itu untuk mendengar-dengarkan , tetapi sekarang barang siapa yang mendengar-dengarkan tentu akan menjumpai panah api yang mengintai .
Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang dibumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka .

Jin telah mengucapkan perkataan yang benar , maka Allah Maha Mendengar apa yang mereka ucapkan , lalu jin-jin yang beriman berkata : “ bahwa sebagian dari manusia telah mengambil sebagian dari golongan bangsa jin , dan bangsa jin yang tidak beriman kepada Allah yaitu syeitan yang terkutuk Lalu bangsa syeitan yang terkutuk itu yang diambil oleh manusia untuk mempersekutukan Allah dengan syeitan yang terkutuk , maka syeitan itu memimpin manusia kepada dosa yang sempurna . dan memberikan perkataan-perkataan kepada manusia dengan perkataan yang tidak pantas untuk manusia , kemudian syeitan membisikkan prasangka kepada manusia lalu manusia pun mengikuti prasangka yang dibisikkan syeitan kepadanya , sedangkan jin-jin yang beriman menempuh jalan Tuhannya dengan benar . Mereka tidak mengikuti perkataan-perkataan dari golongan syeitan yang terkutuk , karena jin-jin yang beriman hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan oleh Allah .Tetapi syeitan lah yang membisikkan kepada manusia yang tidak sepantasnya , maka golongan manusia yang durhaka terhadap Tuhannya lalu mengikuti bisikkan syeitan yang terkutuk . Maka pada hari kiamat nanti mereka akan dibangkit bersama-sama syeitan yang terkutuk . Itulah akhir dari pada orang-orang yang mengikuti bisikkan syeitan yang terkutuk .



Surat THAAHA “ 20 : 124 – 127 “
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Ku , maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit . Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta .
Berkatalah ia : “ Ya Tuhan ku , mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta , padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat ? “.
Allah berfirman : “ Demikianlah , telah datang kepadamu ayat-ayat Kami , maka kamu melupakannya . Dan begitu pada hari ini kamupun dilupakan “.
Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya . Dan sesungguhnya azab diakhirat itu lebih berat dan lebih kekal .

Orang-orang yang berpaling dari pada pelajaran Allah dan tidak percaya kepada ayat-ayat Allah dan tidka percaya kepada rasul Nya , maka mereka adalah orang-orang yang ingkar kepada Allah . Sesungguhnya mereka dihari kiamat nanti akan dibangkit dalam keadaan tidak melihat suatu apapun dalam keadaan buta , karena sewaktu didunia diberi mata untuk melihat ayat-ayat Allah mereka berpaling dari ayat-ayat Allah dan sewaktu didunia dilarang untuk tidak mempersekutukan Allah tetapi mereka mempersekutukan Allah dengan mahkluk Nya . Mereka sangat ingkar kepada Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang . Wahai yang membaca janganlah kamu tiru orang-orang yang seperti itu . Sesungguhnya mereka tidak setia kepada Tuhan yang Maha Pemurah lagi tidak berterima kasih kepada Tuhannya .

Surat AN NAML “ 27 : 82 – 84 “
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka , Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka , bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami .
Dan hari Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami , lalu mereka dibagi-bagi .
Hingga apabila mereka datang , Allah berfirman : “ Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayat Ku , padahal ilmu kamu tidak meliputinya , atau apakah yang telah kamu kerjakan ?”.

Nanti dihari mendekati kiamat bila perkataan sudah ditetapkan , Allah mengutus mahkluk Nya yang kemudian mahkluk itu berkata-kata kepada manusia bahwa manusia telah mengingkari ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah , maka tidak ada arti lagi penyesalan bagi manusia , karena sebelumnya kamu mengingkari ayat-ayat Allah . Maka pada hari bila mahkluk itu sudah berkata-kata kepada manusia bahwa manusia telah mengingkari ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah , maka tiada arti lagi pembenahan diri mu kepada kebajikan karena pada hari itu sama saja bagimu apakah kamu bertaubat atau tidak bertaubat karena pintu taubat sudah tertutup . Mudah-mudahan manusia dapat mengambil pelajaran

Surat AZ ZUKHRUF “ 43 : 88 – 89 “
Dan ucapan Muhammad : “ Ya Tuhanku , sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman “.
Maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah : “ Salam “ . kelak mereka akan mengetahui .


Wassalam,
caknur

Tidak ada komentar: