Minggu, 17 Februari 2008

Kisah Ashabul Ukhdud

Pada masa dahulu raja-raja bergantung kepada ahli sihir untuk mengukuhkan lagi takhta kerajaan mereka. Sihir digunakan oleh pemerintah untuk menipu rakyat yang menyebabkan mereka menjadikan raja sebagai tuhan selain dari Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah menceritakan bahwa pada zaman dahulu terdapat seorang raja yang mempunyai seorang tukang sihir yang sudah lanjut usianya dan hidup didalam istana bersama sang raja. Tukang sihir ini merasa takut akan kehilangan ilmunya dan meminta agar raja tersebut mencari seorang pemuda yang bijak dan menonjol pada masa itu untak mewarisi ilmu dan kesesatannya. Raja itu memenuhi permintaan tukang sihir tadi dan diiketemukanlah seorang anak muda yang cocok dengan yang dicari cari penyihir tersebut.Pemuda itupun kemudian diajari berbagai ilmu sihir oleh tukang sihir tersebut.

Jika pemuda itu pulang pergi dari tempat rumahnya ke istana, dia melalui satu tempat yang merupakan tempat tinggal seorang rahib (ahli agama) yang mana dia begitu tertarik kepadanya dan mendengar segala nasihat dari rahib tadi. pemuda itu mengadu kepada rahib tersebut mengenai tindakan ahli sihir yang akan dikenakan terhadapnya jika dia terlambat datang karena belajar dengan rahib. Lalu rahib itu memberi petunjuk yaitu jika tukang sihir itu bertanya tentang keterlambatanya maka katakanlah bahwa keluarganya telah menyekapnya dan jika ditanya oleh keluargamu maka katakanlah bahwa tukang sihir telah menahannya yangg menyebabkan dia terlambat pulang.

Pada suatu hari pemuda tersebut bertemu dengan seekor binatang buas yang sedang mengancam orang banyak timbullah saatu keinginan dan peluang bagi pemuda tersebut untuk menyelesaikan perkara di antara tukang sihir dan rahib dengan mengetahui yang manakah di antara mereka berdua berada dalam kebenaran. Lalu dia pun mengambil batu dan melemparkanya ke binatang tersebut dengan memohon kapada tuhan agar membunuh binatang tersebut jika sekiranya rahib itu lebih diredhaiNya dibandingkan dengan tukang sihir itu. Tiba-tiba binatang itu tersungkur dan rebah dengan lontaran tadi sedangkan orang orang menyangka bahwa binatang tersebut tersungkur karena kelebihan dari ilmu sihir yang dipelajarinya.

Setelah rahib tersebut mengetahui bahwa pemuda tersebut akan diuji karena telah memperlihatkan ilmunya, maka dia meminta agar pemuda itu tidak berdakwah secara sembunyi sebagaimana yang dilakukan oleh rahib tersebut tetapi sebaliknya rahib tersebut meminta agar tidak memberitahu mengenainya kepada orang banyak. Pesan rahib lagi bahwa orang mukmin itu meminta kesejahteraan hanya kepada Allah dan jika diuji dia bersabar.

Allah SWT telah mengurniakan kepada pemuda tadi kelebihan menyembuh penyakit-penyakit, di antaranya adalah meyembuhkan kebutaan dan menyembuhkan penyakit sopak, yang mana dia memberitahu bahwa penyembuhnya adalah Allah. Barang siapa yg beriman kepada Allah maka Dialah jua penyembuhnya. Pemuda tadi tetap dalam menyebarkan dakwah ketika mengobati penyakit orang orang.

Tersebarlah berita mengenai kehebatan pemuda tadi ke salah seorang pegawai istana yang buta. Tanpa menunggu lama, dia pun memberikan kepada pemuda tadi upah yang besar untuk mengobatinya. Pemuda tersebut memberitahu bahwa penyembuhnya adalah Allah. Jika dia beriman kepada Allah, maka dia akan berdoa kepada Allah supaya Dia menyembuhkan penyakitnya. Pegawai tadi terus beriman dan penyakitnya disembuhkan dengan berkat doa pemuda tadi.

Pada suatu hari, pegawai tadi menghadiri suatu majlis , raja merasa heran terhadap apa yang terjadi pada pegawai itu. Maka dia bertanya:” Siapakah yang menyembuhkan penglihatanmu?” Lalu pegawai tersebut menjawab: “Tuhanku.”
Maka raja tersebut bertanya lagi: “Adakah bagi kamu tuhan selain daripadaku?”
Pegawai itu menjawab: “Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah SWT.”
Maka raja tersebut begitu marah saat mendengar jawaban tersebut, dia menganggap bahwa kata-kata pegawainya tadi bisa membawa masalah yang besar dan bisa mengganggu takhta dan pemerintahannya. Ini akan menyebabkan rakyat akan merasa bahwa selama ini mereka telah ditipu dengan dakwaan raja yang mendakwa dirinya sebagai tuhan yang pantas disembah selain Allah dan menganggap dirinya sebagai tuhan manusia. Tukang-tukang sihir dan pegawai-pegawai yang jahat itu bekerja siang dan malam untuk memperbaiki aqidah pegawai tadi. Maka gementarlah hati raja tersebut karena bimbang takhta pemerintahannya akan tergugat. Dia telah menyiksa pegawai itu sehingga pegawai itu mengabarkan perihal pemuda tersebut.

Ketika pemuda tadi datang ke istana, raja itu menyangka bahwa pemuda tadi telah mencapai suatu tahap ilmu sihir hasil dari didikan tukang sihirnya. Ternyata perkiraanya itu meleset sama sekali saat pemuda tersebut mengingkari sihir dan tukang sihir baginda. Dia memberitahu mereka bahwa dia tidak menggunakan ilmu sihir untuk mengukuhkan kedudukan takhta dan menyembah raja itu. Sebaliknya dia akan berdakwah kepada manusia supaya mengingkari raja tersebut dan beriman kepada Allah SWT yang Maha Esa.

Maka raja tersebut pun menyiksa pemuda tadi dengan tujuan untuk mengetahui seluk beluk ajaran pemuda tersebut , sehingga pemuda itupun memberitahu mengenai rahib yang mengajarinya. Maka diazabnya rahib tadi agar meninggalkan agamanya dihadapan pemuda tersubt , namun dia enggan dan tetap bersabar sehinggalah sampai ke puncak penyiksaanya dimana badannya dibelah dua dengan gergaji. Begitu juga yang berlaku kepada pegawainya yang beriman itu. Begitulah pemuda yang sabar di dalam menahan azab dengan mengutamakan iman daripada nyawa mereka. Walaupun mereka diuji dengan azab, namun pada hakikatnya mereka berada dalam pertolongan dan perlindungan Allah SWT serta mendapat keredaanNya, dengan memperoleh syurga dan dijauhkan dari azab neraka serta pada hari qiamat mereka ditolong oleh Allah SWT.

Raja tersebut coba untuk mempengaruhi pemuda tadi krn dia ingin mengukuhkan kedudukannya jika dia kembali kepada agama asalnya. Tambahan pula bapanya adalah kalangan pembesar negara, maka raja itu tidak mau menimbulkan kemarahan orangtua pemuda tersebut dan kekacauna di kalangan kaumnya. Setelah gagal melembutkan hati pemuda tadi, mereka merancang utk membunuhnya dgn pelbagai cara di samping masih memberi peluang pada budak tadi untk kembali pada aqidah asalnya.

Rencana pertama ialah membawa pemuda tadi ke puncak gunung untuk lemparkan ke lembah yang curam. Lalu pemuda itu berdoa kpd Tuhan. Tiba-tiba bergetarlah gunung tersebut dan jatuhlah semua pegawai-pegawai raja ke dlm jurang yang dalam itu. Kembalilah pemuda tadi ke raja dengan selamat dan memberitahu nasib yang menimpa pegawai-pegawai yang bersamanya tadi.

Selepas gagal percobaan pertama, lalu dibawa pula ke tengah laut untk dilemparkan ke dasar lautan jika dia masih enggan kembali ke agama semula. Maka berdoalah pemuda tadi pada Tuhannya. Doanya diqabulkan dimana semua pegawai tadi ditenggelamkan oleh Allah SWT. pemuda tadi kembali ke raja dengan selamat.

Suatu peringatan yang penting di sini ialah mengenai tindakan pemuda tadi, dimana dia tidak terus melarikan diri setelah diselamatkan Allah SWT, tetapi dia tetap kembali pada raja tersebut. Ini adalah karena dia tidak berniat untk menyelamatkan dirinya semata-mata tetapi bertujuan utk mensyiarkan agama Allah SWT dan meninggikan kalimahNya. Setiap perbuatan pemuda itu menjadi buah mulut orang ramai di majlis-majlis dan perayaan-perayaan terutamanya berkaitan dengan keberaniannya dalam menghadapi pemerintah yang zalim itu tanpa rasa gentar dan takut. Sebenarnya orang ramai tidak mempercayai segala titah raja mereka tetapi krn kezaliman raja tersebut, maka mereka terpaksa menyembunyikan perkara ini.

Raja menyadari akan kelemahannya untk membunuh pemuda tersebut. Akhirnya pemuda itu sendiri memberitahu raja tentang satu-satunya cara yang bisa membunuh dirinya. Pemuda tadi meminta raja tersebut supaya mengumpulkan rakyatnya di suatu tempat dan mengikatnya pada suatu batang kayu. Kemudian raja mengambil anak panah milik pemuda tersebut dan memanah pemuda tersebut dengan mengatakan seperti yang diajarkan pemuda tersebut: “Dengan nama Allah SWT, Tuhan pemuda ini.” Lalu raja pun melaksanakan cara yg diajarkan oleh pemuda itu.

Kematian pemuda tadi melambangkan kebenaran aqidahnya, karen dia hanya bisa dibunuh setelah raja tersebut memanahnya sambil melafazkan nama Allah SWT. Jika tidak, maka raja tersebut akan tetap menemui jalan buntu dlm mencari jalan utk membunuhnya.

Jika hal ini terjadi dimasa sekarang maka sudah tentu menjadi satu perbincangan dan perbahasan sebagian orang yang tidak mendalami bidang agama, tentang sejauh mana kebenaran perbuatan pemuda tadi

Sebagian org yg cetek ilmunya pula akan mendakwa bhw perbuatan pemuda tadi termasuk dlm perbuatan membunuh diri. Sebenarnya membunuh diri adalah perbuatan org yg berputus asa dan mahu lari drp kehidupannya yg sebenar. Sedangkan budak tadi dan org-org yg sepertinya adalah mereka yg sanggup berkorban jiwa raga mereka utk menyebarkan dan mempertahankan keislaman dan keimanan mereka. Merekalah yg menentang kejahatan org yg berbuat kerusakan dan ini merupakan herdikan kpd org kafir.

Bukanlah pemuda tadi seorang yg bodoh menuntut kematian, bahkan dia sebenarnya berharap bhw dgn kematiannya itu akan dapat mengajak org lain ke arah keimanan kpd Allah SWT dan menentang thaghut tersebut. Kadang-kadang ketakutan yg ada pd diri manusia menyebabkan mereka terhalang drp mengikuti kebenaran dan dlm memperkatakan kebenaran tersebut. Tampilnya budak tadi dgn mengorbankan dirinya tanpa menghiraukan raja dan pegawai-pegawainya menjadi contoh kpd org ramai dlm menyatakan kebenarannya.
Setelah budak tersebut hampir menemui ajalnya, dgn perasaan lega raja tersebut menyangka bhw telah berakhir fitnah terhadapnya dan telah selesai urusannya dgn cara mengikis punca dan akar umbi lawannya itu. Tiba-tiba datang pegawainya dgn tergesa-gesa dan memberitahu bhw telah terjadi perkara yg paling ditakuti oleh raja itu sendiri, iaitu berimannya org ramai kpd Allah SWT. Maka dgn ini tercapailah segala hasrat dan tujuan budak tersebut, dgn cara mengikis perasaan takut org ramai tanpa menghiraukan raja berserta pegawainya dan menjadikan pengorbanan dirinya di jalan Allah SWT sebagai suatu wasilah utk org ramai beriman dan mentauhidkan Allah SWT.

Kemarahan raja tersebut sampai ke kemuncaknya, yg mana dgn segera dia mengarahkan semua pegawai dan sekutu-sekutunya utk menggali parit dan menyalakan api ke dalamnya, dan setelah itu menghumbankan setiap org yg tidak mahu kembali kpd agamanya yg asal. Namun semua org lebih rela dihumbankan ke dlm api tersebut krn api neraka di hari qiamat lebih ditakuti oleh mereka drp api dunia yg jauh bedanya. Begitulah mauqif dan pendirian org mukmin yg sebenarnya.

Suatu peristiwa yg penting di dlm kisah yg bersejarah ini adalah peristiwa seorang wanita yg masih mempunyai anak kecil di dlm pangkuannya yg masih menyusu. Apabila dia menghampiri jurang api tersebut, hampir-hampir dia mahu kembali ke agamanya yg asal. Lalu dgn izin Allah SWT anak yg kecil tersebut dapat bercakap dan menyuruh ibunya agar bersabar krn dia berada di dlm kebenaran. Itulah kebesaran Allah SWT utk mengukuhkan kedudukan dan keimanan org mukmin.

Allah SWT telah merakamkan kisah pembakaran mereka di dlm ayat 8 hingga 9 surah al-Buruj yg bermaksud: “Dan mereka tidak menyiksa org-org mukmin itu melainkan krn mereka itu beriman kpd Allah yg Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yg mempunyai kerajaan di langit, dan di bumi dan Allah maha menyaksikan segala sesuatu.”

Begitulah kezaliman dan sifat melampau raja dan pembesar-pembesarnya tersebut yg sanggup membakar rakyatnya sendiri krn tidak mengikut jalan dan cara yg diciptakan oleh mereka. Bg mereka perkara yg penting ialah dapat mengekalkan raja dan mempertahankannya, bg sesiapa yg ingkar pula dibakar hidup-hidup.
Pengajaran kisah:

1. Allah tetap menyempurnakan agamaNya sebagaimana Dia menolong budak dlm kisah ini. Kaum yg selama ini berada dlm kesesatan dan kezaliman akhirnya mendapat hidayah Allah apabila melihat peristiwa yg berlaku kpd budak itu. Allah SWT sentiasa membantu mereka yg menegakkan dan memelihara serta mempertahankan agamaNya.

2. Allah mampu membangkitkan pendakwah pd agamaNya drp kalangan org yg mana pd mulanya dianggap pengukuh kpd kerajaan thaghut sebagaimana budak di dlm kisah ini. Pd mulanya budak itu menjadi murid kpd tukang sihir tetapi akhirnya dia beriman kpd Allah melalui pengajian yg di perolehi drp rahib dan akhirnya dia menjadi penentang paling kuat kpd kerajaan yg zalim itu.

3. Iman tidak memerlukan masa yg panjang setelah diberi hidayah oleh Allah di dalam hati manusia sebagaimana yg terjadi kpd kaum dlm kisah ini.
4. Allah mengurniakan karamah (kemuliaan) kpd wali-waliNya utk mengukuhkan lagi keimanan dan keyakinan mereka.

5. Org kafir akan sentiasa bermusuh dgn org yg beriman, sebagaimana raja tersebut menggergaji rahib dan pegawai raja yg telah beriman kpd Allah.

6. Kita wajib bersabar dlm menempuh ujian, sebagaimana sabarnya rahib, pegawai dan budak itu serta kaum yg telah dihumbankan ke dlm lubang api.

7. Dibolehkan membuat helah dlm peperangan dan perkara yg bertujuan utk menegakkan kebenaran.

8. Org yg jahat sentiasa mahu kejahatan mereka diwarisi oleh org lain, sebagaimana tukang sihir mahu mengekalkan ilmu sihirnya kpd org lain utk menyesatkan manusia.

9. Mereka yg benar-benar yakin, istiqamah dan ikhlas dlm perjuangan sahaja yg akan mendapat kemenangan.

Kesimpulan:
Sebagai seorang yg beriman kpd Allah SWT kita hendaklah yakin akan kebenaran agama Allah dan sentiasa berdoa serta bergantung kepadaNya. Serahkanlah segala urusan dan penentuan hanya kpd Allah. Barangsiapa yakin kpd Allah, maka Allah akan menolongnya dan jika dia terkorban sekalipun pegorbanannya itu akan menjadi titik tolak kebangkitan ke arah kebenaran. Kita hendaklah berjemaah krn ia akan membawa kpd keberkatan dan kebahagiaan. Sesiapa yg menolong dan membantu agama Allah di dunia maka Allah akan menolongnya di dunia dan di akhirat serta menetapkannya dlm agama Islam.
Allahu a’lam bisshawab.

Biografi:
1) Al-Quran al-Karim2) Ma’a Qisosu Sabiqin, Dr Solah al-Khalidi3) Qishas an-Nabawi, Dr Umar al-Asyqar
* dr laman e-pondok.com.my

Tidak ada komentar: