Selasa, 19 Februari 2008

Manusia Saluran Pipa

Tahun 1801, di sebuah lembah di Italia
Pada jaman dahulu kala, ada dua orang saudara sepupu yang sangat ambisius. Yang pertama bernama Pablo, yang kedua Bruno. Mereka tinggal berdampingan di sebuah desa kecil di Italia.

Kedua orang itu merupakan anak-anak muda yang sangat berkualitas.
Mereka juga memiliki cita-cita yang tinggi.
Mereka juga sering berkhayal bagaimana kalau suatu hari nanti mereka menjadi orang terkaya di desanya. Keduanya merupakan orang yang sangat cemerlang dan amat tekun bekerja. Yang mereka perlukan adalah kesempatan.
Pada suatu hari kesempatan itupun datang. Kepala desa itu memutuskan untuk mempekerjakan dua orang untuk membawa air dari sungai ke sebuah penampungan air di tengah desa itu. Pekerjaan itu dipercayakan kepada Pablo dan Bruno.
Keduanya masing-masing membawa dua buah ember dan segera menuju ke sungai. Menjelang sore hari, keduanya telah mengisi penampungan air sampai mencapai sisi-sisi permukaannya. Ketua desa menggaji mereka masing-masing berdasarkan jumlah ember air yang mereka bawa.

Wah ini berarti cita-cita kita terkabul, seru Bruno.
Saya tidak bisa percaya bahwa kita bisa mendapat rezeki sebanyak ini.
Tapi Pablo tidak ingin yakin begitu saja.

Punggungnya nyeri dan kedua telapak tangannya lecet-lecet. Itu akibat ia membawa dua buah ember yang berat. Keesokan paginya, ia merasa takut saat harus pergi kerja. Karena itu, ia berpikir keras mencari akal bagaimana caranya membawa air dari sungai ke desanya.


Pablo, Manusia Saluran Pipa


“Bruno, saya punya rencana” kata Pablo keesokan harinya saat mereka mengambil ember-ember dan berangkat menuju ke sungai. “Daripada kita mondar mandir membawa-bawa ember hanya untuk mendapatkan beberapa penny per hari, kenapa kita tidak sekalian saja membuat sebuah saluran dari sungai ke desa kita”.
Bruno menghentikan langkahnya seketika.
“Saluran pipa! Ide darimana itu?” seru Bruno.
“Kita kan sudah mempunyai pekerjaan yang sangat bagus, Pablo. Saya bisa membawa seratus ember sehari. Dengan upah satu penny per ember, berarti penghasilan kita bisa satu dolar per hari. Saya akan menjadi orang kaya. Dan pada akhir minggu, saya bisa membeli sepatu baru. Pada akhir bulan, saya bisa membeli seekor sapi. Dan pada akhir bulan ke enam, saya sudah bisa membangun sebuah gubuk baru. Tidak ada pekerjaan semenguntungkan ini di desa ini. Pada akhir minggu kita dapat libur. Dan setiap tahun kita juga berhak cuti selama dua minggu dengan gaji utuh. Kita akan memiliki kehidupan yang layak. Jadi buang jauh-jauh pikiran untuk membangun saluran pipa itu.”

Tapi Pablo tidak mudah putus asa. Ia dengan sabar menerangkan tentang rencana pembuatan pipa salurannya kepada sahabatnya itu. Akhirnya Pablo memutuskan untuk bekerja paruh waktu. Ia tetap bekerja mengangkut ember-ember air. Separuh waktunya serta di akhir minggu, dia luangkan waktu untuk membangun saluran pipanya. Dari awal, dia sudah menyadari bahwa akan sangat sulit baginya untuk menggali saluran di tanah yang mengandung batu karang itu. Ia pun menyadari, lantaran upahnya itu berdasarkan jumlah ember yang diangkutnya, maka penghasilannya pun otomatis menurun. Dia paham benar bahwa dibutuhkan waktu satu tahun atau bahkan dua tahun, sebelum saluran pipanya bisa menghasilkan sesuatu yang berarti. Tetapi Pablo yakin akan impian dan cita-citanya. Karena itu, dia terus giat bekerja.


Saluran Pipa Dalam Proses


Bruno dan orang-orang desa yang lainnya mulai mengejek Pablo. Dia menyebutnya “Pablo si manusia saluran pipa”. Bruno yang berpenghasilan hampir dua kali lipat daripada Pablo, terus membangga-banggakan barang-barang baru yang telah berhasil dibelinya. Dia sudah membeli seekor keledai yang dilengkapi dengan sadel kulit yang baru. Dia memarkir keledai barunya di samping gubuk barunya yang terdiri dari dua lantai. Dia juga membeli baju-baju indah dan bisa makan mewah di kedai. Orang-orang di desa menyebutnya “Mr. Bruno”. Mereka selalu menyambutnya kalau dia mentraktir mereka minum-minum di bar dan ikut tertawa-tawa saat dia menceritakan lelucon-leluconnya.
Tindakan-tindakan Kecil Membuahkan Hasil Yang Besar
Sementara Bruno berbaring santai di hammock (jaring gantungan) di sore hari, pada akhir Minggu, Pablo terus saja menggali saluran pipanya. Pada bulan-bulan pertama, Pablo memang tidak bisa menunjukkan hasil dari usahanya. Pekerjaannya memang sangat berat. Bahkan lebih berat daripada pekerjaan Bruno. Karena Pablo juga harus bekerja pada malam hari, demikian pula di akhir minggu.
Tapi Pablo selalu mengingatkan pada diri sendiri bahwa cita-cita masa depan itu sesungguhnya dibangun berdasarkan pada perjuangan yang dilakukan hari ini. Dari hari ke hari dia terus menggali. Inci per inci …

“Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”, katanya sambil bersenandung saat dia mengayunkan cangkulnya pada tanah yang mengandung batu karang. Dari satu inci kemudian menjadi satu kaki, kemudian menjadi 10 kaki, kemudian menjadi 20 kaki, lalu 100 kaki dan seterusnya……..
“Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” kata-kata itulah yang selalu dicamkan pada dirinya sendiri saat dia kembali ke gubuknya yang sederhana. Tubuhnya amat lelah setelah seharian bekerja. Dia sudah bisa memperkirakan keberhasilan yang akan dicapainya. Caranya adalah setiap hari dia menetapkan sasaran yang akan dicapainya hari itu. Lalu dia akan berusaha keras untuk mencapainya. Dia juga selalu yakin bahwa lama-kelamaan hasilnya dicapainya itu akan lebih besar daripada perjuangan yang dilakukannya.

“Fokuskan selalu pada imbalan yang akan diperoleh,” kata-kata itu senantiasa ia ulang-ulang saat dia pergi tidur. Sementara dari bar di desa itu terdengar gelak tawa mengiringinya ke alam mimpi.
“Fokuskan selalu pada imbalan yang akan diperoleh …”


Keadaan Menjadi Terbalik
Hari berganti bulan. Pada suatu hari, Pablo menyadari bahwa saluran pipanya sudah setengah jadi. Berarti, dia hanya perlu berjalan setengahnya dari jarak yang biasa dia tempuh untuk mengisi ember-embernya. Dan waktu yang tersisa, digunakannya untuk menyelesaikan saluran pipanya. Saat-saat penyelesaian saluran pipanya semakin mendekat.

Saat beristirahat, Pablo menyaksikan sahabatnya Bruno yang terus saja mengangkut ember-ember. Bahu Bruno tampak semakin lama semakin membungkuk. Dia menyeringai kesakitan, langkahnya semakin lamban akibat kerja keras setiap hari, Bruno merasa sedih dan kecewa karena dia menyadari bahwa dia “ditakdirkan” untuk terus mengangkut ember-ember setiap hari sepanjang hidupnya.
Dia semakin jarang bersantai-santai di tempat tidur gantungnya. Dia lebih sering terlihat di bar. Saat pengunjung bar melihat Bruno, mereka saling berbisik, “Nah, ini dia Bruno si manusia ember,” dan mereka tersenyum geli saat beberapa orang mabuk meniru postur tubuh Bruno yang sudah membungkuk dan cara jalannya yang terseok-seok. Bruno tidak lagi suka mentraktir minum teman-temannya atau menceritakan lagi lelucon-lelucon. Dia lebih suka duduk sendiri di sudut yang gelap ditemani botol-botol kosong di sekelilingnya.

Akhirnya, saat bahagia Pablo pun tiba. Saluran pipanya sudah rampung. Orang-orang desa berkumpul saat air mulai mengalir dari saluran pipanya menuju ke penampungan air di desa. Sekarang, desa itu sudah bisa mendapat pasokan air bersih secara tetap. Bahkan orang-orang yang semula tinggal di sekeliling desa tersebut sengaja pindah ke sana. Desa itupun kemudian terus tumbuh dan semakin makmur.

Setelah saluran pipa itu selesai, Pablo tidak perlu lagi membawa-bawa ember. Airnya akan terus mengalir, baik dia sedang bekerja maupun tidak. Air itu mengalir saat dia makan dan saat tidur. Air itu mengalir di akhir minggu ketika dia asyik bermain. Semakin banyak air yang mengalir ke desa itu, semakin banyak pula uang yang mengalir ke kantong Pablo.

Pablo yang tadinya terkenal dengan julukan Pablo si Manusia Saluran Pipa, sekarang menjadi lebih terkenal dengan sebutan Pablo si Manusia Ajaib. Tapi Pablo paham sekali bahwa apa yang dia capai bukanlah sebuah keajaiban. Hal ini hanyalah merupakan langkah awal dari pencapaian suatu cita-cita yang besar. Memang benar. Nyatanya Pablo memiliki rencana yang jauh lebih besar daripada yang dia sudah laksanakan di desanya.
Pablo berencana untuk membangun saluran pipa di seluruh dunia …


Mengajak Temannya Untuk Membantu
Saluran pipa membuat Bruno si Manusia Ember kehilangan pekerjaannya. Pablo merasa sangat prihatin melihat sahabatnya itu sampai harus mengemis-ngemis minuman di bar. Karena itulah Pablo berencana untuk menemui Bruno.
“Bruno, saya datang ke sini untuk meminta bantuanmu”
Bruno meluruskan bahunya yang bongkok. Matanya yang tampak kelam pun mengecil.
“Jangan menghina saya, ya” kata Bruno.
“Tidak, saya datang ke sini bukan untuk menghina kamu” kata Pablo. “Justru saya mau menawarkan peluang bisnis yang amat bagus. Dua tahun lamanya saya bekerja untuk bisa meyelesaikan pembangunan pipa saya yang pertama. Tapi, dalam masa dua tahun tersebut saya belajar banyak hal. Saya jadi lebih paham di tempat mana saja sebaiknya saya harus mencangkul dan menggali.

Saya juga mengerti dimana saja sebaiknya pipa-pipa itu harus dipasang. Dan selama saya bekerja, saya juga rajin mencatat mengenai semua itu. Oleh karena itu, sekarang ini saya sudah mampu mengembangkan suatu cara yang lebih baik untuk membangun saluran-saluran pipa lainnya.
Sebetulnya, bisa saja saya membangun saluran pipa itu sendirian dalam waktu setahun. Tetapi rasanya, untuk apa saya menghabiskan waktu satu tahun hanya untuk membangun satu saluran pipa itu. Rencana saya adalah mengajari kamu dan yang lain-lainnya cara-cara membangun pipa. Nantinya, kamu dan yang lain-lainnya itu mengajarkan lagi kepada orang-orang baru lainnya lagi. Begitulah seterusnya … sampai suatu saat nanti setiap desa di wilayah ini memiliki saluran pipa. Lalu saluran pipa ini menyebar ke setiap desa, di Negara kita. Dan bahkan akhirnya, pipa-pipa ini akan ada di setiap desa di seluruh dunia.”
“Coba saja kamu renungkan,” kata Pablo melanjutkan, “Kita nantinya bisa mengutip sejumlah uang untuk setiap gallon air yang dialirkan melalui saluran-saluran pipa air tersebut. Semakin banyak air yang mengalir melalui saluran-saluran pipa, semakin banyak yang akan masuk ke kantong kita. Pipa yang baru saya buat ini sebenarnya bukanlah akhir dari suatu cita-cita. Justru pipa saya itu merupakan awal dari cita-cita.”
Akhirnya Bruno menyadari juga betapa besar potensi bisnis yang ditawarkan sahabatnya itu. Dia tersenyum sambil mengasongkan tangannya yang lecet-lecet itu kepada sahabatnya. Mereka berjabatan tangan, kemudian berpelukan.

Peluang Usaha Saluran Pipa di Dunia Yang Didominasi Pembawa Ember.
Tahun-tahun pun berlalu. Pablo dan Bruno sudah lama pensiun. Usaha saluran pipanya yang mendunia terus saja mengalirkan ratusan juta dollar setahun melalui rekening bank mereka. Ketika mereka berjalan-jalan di desa, kadang-kadang mereka melihat beberapa pemuda. Mereka tampak sibuk mengangkut air dengan ember.

Kedua sahabat dari masa kecil tersebut lalu mengajak berbincang-bincang pemuda-pemuda tersebut. Mereka menceritakan kisah hidup mereka. Lalu merekapun menawarkan bantuan mereka untuk membangun saluran pipa. Tetapi hanya sedikit saja yang mau mendengarkan nasehat mereka dan bersedia meraih peluang untuk melakukan usaha di saluran pipa ini. Sedihnya, kebanyakan para pengangkut ember tersebut langsung menolak tawaran ini. Pablo dan Bruno juga sering sekali mendengar alasan-alasan yang mereka ungkapkan.
“Saya tidak ada waktu”
“Teman saya bilang bahwa dia kenal orang yang berusaha untuk membangun saluran pipa tetapi ternyata gagal.”
“Cuma mereka yang lebih dulu terjun di usaha saluran pipa ini yang akhirnya bisa sukses.”
“Saya tahu ada orang-orang yang akhirnya merugi gara-gara usaha saluran pipa. Saya tidak mau hal itu terjadi pada diri saya.”
Pablo dan Bruno benar-benar merasa prihatin bahwa banyak sekali orang yang tidak punya visi. Tetapi akhirnya mereka pasrah saja. Mereka sadar bahwa mereka hidup di dunia yang masih didominasi dengan mental pembawa ember tersebut. Hanya sedikit saja presentasinya orang-orang yang berani berambisi untuk mencapai kesuksesan melalui usaha saluran pipa.

Bagaimana Dengan anda?

KITA HIDUP DI DUNIA YANG DIDOMINASI DENGAN MENTAL PEMBAWA EMBER
Siapa Anda? … Seorang pembawa ember?
Ataukah seorang pembuat saluran pipa?
Apakah Anda hanya mendapatkan gaji kalau Anda datang ke tempat pekerjaan, seperti Bruno pengangkat ember?
Ataukah Anda termasuk orang yang bekerja hanya sekali saja kemudian Anda dibayar terus menerus, seperti Pablo pembuat saluran pipa???
Jika Anda termasuk orang kebanyakan, itu berarti Anda bekerja dengan menggunakan pola pembawa ember. Saya menyebutnya dengan istilah: JEBAKAN BARTER WAKTU DAN UANG.
Anda mungkin sudah paham maksudnya:
bekerja satu jam dibayar perjam
bekerja satu bulan dibayar per bulan
bekerja setahun dibayar per tahun pula
Logis kan?

Masalahnya, dengan sistem pembawa ember ini, masuknya uang akan berhenti saat kita menghentikan kegiatan membawa ember. Karena itu, konsep “pekerjaan yang mantap” yang didambakan semua orang tidak akan menjadi kenyataan disini. Bahaya yang jelas dari system pembawa ember ini adalah bahwa pendapatan kita itu hanya sementara alias tidak langgeng.
Kalau disuatu pagi Bruno bangun dan punggungnya terasa sakit sehingga dia tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya, berapa uang yang akan dia dapatkan hari itu? NOL besar.
Jika tidak bekerja, otomatis uangpun tidak ada.
Hal ini sama juga dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang konsepnya seperti model pembawa ember itu. Biarpun mereka menggunakan enam hari kerjanya dan juga hari liburnya untuk bekerja, mereka tidak akan mendapat bayaran, seandainya mereka kemudian tidak bisa bekerja lagi. Titik !!


Seorang Dokter Gigi Tidak Lagi Bisa Membawa Ember

Kisah berikut ini adalah contoh kisah nyata yang sering kita jumpai. Ada seorang dokter gigi, dia sangat professional dan memiliki sikap yang sangat baik pula. Kepribadiannya luar biasa. Dia juga seorang tehnisi yang amat hebat. Karena itu setiap kita berobat, kita tidak akan pernah merasa sakit sama sekali. Selain itu, dia juga sangat menyukai pekerjaannya itu. Hebatnya, dia juga bisa mengatur jadwalnya (hanya buka tiga hari seminggu, sehingga bisa meluangkan empat hari untuk keluarganya).
Penghasilannya banyak sekali. Pekerjaan seperti itu kelihatannya merupakan pekerjaan model pembawa ember yang diidam-idamkan semua orang. Itupun kalau jenis ini memang ada.
Tapi masalah pun datang. Sebelum ia mencapai usia empat puluh tahun, dia menderita penyakit radang sendi di tangannya. Akibatnya, dia tidak bisa lagi bekerja. Kini dia mengajar di universitas setempat. Pendapatannya hanya sepertiga dari pendapatan seorang dokter gigi. Walaupun bukan kesalahan dia, yang jelas pekerjaan idaman itu lenyap sudah.

Mudah-mudahan sekarang anda paham, mengapa tadi saya bilang tidak ada pekerjaan model pembawa ember yang betul-betul aman. Anda juga akan sadar betapa rawannya pekerjaan model pembawa ember ini.
Masalah dengan Jebakan Barter Waktu dengan Uang ini adalah, bahwa kalau kita tidak bisa membarterkan waktu kita, maka kita tidak akan mendapatkan uang.
Pablo, si Manusia saluran Pipa, jauh hari sudah menyadari betapa terbatasnya sistem bekerja model pembawa ember itu. Karena itulah dia langsung berpikir untuk menciptakan suatu sistem yang memungkinkan dia untuk terus mendapatkan bayaran.
Pablo memahami benar bahwa tidak ada jaminan sama sekali dalam pekerjaan model pembawa ember. Dia sadar bahwa saluran pipa merupakan saluran kehidupan kita.

Apakah yang Akan Terjadi Kalau Anda Tidak Lagi Bisa Membarterkan Waktu Anda?
Bagaimana dengan anda sendiri? Anda mau apa kalau besok penghasilan anda terhenti?
Apa yang terjadi kalau anda dipecat?
Apa yang terjadi kalau kemudian anda sakit atau cacat sehingga tidak bisa membawa ember lagi?
Bagaimana seandainya perawatan kesehatan yang mendadak yang harus anda jalani menghabiskan uang tabungan Anda?

Apa yang terjadi bila uang tabungan Anda itu langsung menguap dalam semalam?
Kalau penghasilan Anda berhenti besok, untuk berapa lama Anda bisa membayar hipotik Anda, cicilan mobil Anda, ataupun untuk biaya sekolah anak-anak Anda? Enam bulan? Tiga bulan? Atau tiga minggu?

Kalau ada bencana yang menimpa, apakah Anda memiliki saluran kehidupan yang bisa melindungi Anda dan keluarga Anda? Atau Anda hanya sekedar untung-untungan dan menganggap bahwa dengan bekerja dengan membawa air itu berarti penghasilan Anda akan datang terus menerus tanpa henti selama Anda perlukan?
Jelasnya, apakah Anda bekerja sebagai penyapu jalan, atau bekerja sebagai pengumpul kertas atau mempunyai profesi tertentu, tetap saja Anda membarterkan antara satuan waktu dengan satuan uang.
Apakah dengan cara demikian Anda akan aman??

Dengan Saluran Pipa Ibaratnya Sambil Anda Berdendang Uang Datang
Seperti yang dikatakan oleh Pablo, “ Pasti ada jalan yang lebih baik.” Dan kebetulan memang benar ada.
Namanya adalah : SALURAN PIPA. Yaitu penghasilan yang datang terus menerus dan tetap akan datang, baik Anda membarterkan waktu Anda maupun tidak Jadi, satu-satunya jalan untuk menciptakan keamanan yang sesungguhnya adalah seperti yang dilakukan Pablo; yakni: Membangun Saluran Pipa saat Anda masih bekerja sebagai pembawa ember.

Saluran pipa adalah saluran kehidupan. Pasalnya, Saluran Pipa tersebut memungkinkan manusai terlepas dari Jebakan Barter Uang dan Waktu. Dengan membangun sebuah Saluran Pipa, Anda cukup mengerjakan pekerjaan sekali saja, tetapi Anda akan dibayar dibayar terus-menerus.

Saluran pipa itu juga selalu tersedia selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 365 hari setahun. Jadi artinya, saluran pipa ini akan memberikan Anda penghasilan walaupun Anda sedang tidur atau Anda sedang main. Penghasilan ini juga akan Anda terus peroleh setelah Anda pensiun, pada saat Anda sedang sakit atau cacat sehingga tidak bisa bekerja, dan juga dalam situasi darurat.

Inilah rupanya yang disebut dengan kekuatan penghasilan yang berkesinambungan.
Karena itulah saya katakan bahwa:
Pipa Saluran merupakan Saluran Kehidupan.

Saluran Pipa = Saluran Kehidupan

Kita hidup di Sebuah Dunia Yang Didominasi Dengan Mental Pembawa Ember
Kebanyakan orang telah salah langkah. Mereka lebih senang bekerja dengan membawa ember daripada bekerja dengan membangun saluran pipa. Kita perhatikan bahwa 99% orang umumnya bekerja dengan membawa ember-ember tersebut. Sehingga wajar saja kalau kita mengira bahwa bekerja membawa ember itu merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan dalam kehidupan ini.


Pembawa Ember vs Pembuat Saluran Pipa

Karenanya tidak mengherankan kalau Bruno begitu sulit memahami kehebatan saluran pipa ini.
Memang benar bahwa sebagian besar orang itu berpikiran seperti Bruno. Kita hidup di dunia yang dipenuhi para pengangkut ember yang hidup miskin. Sehingga, wajarlah kalau kita menganggap bahwa memang begitulan kehidupan di dunia ini. Hal ini mengingatkan kita pada sebuah stiker yang berbunyi:
100.000 tikus tidak mungkin salah.
Orangpun berpikiran yang sama tentang pekerjaan pembawa ember ini, … kalau ada seratus orang yang bekerja membawa ember, tentunya mereka tidak mungkin salah langkah … Tapi ternyata mereka bisa salah juga.


Masuk Dalam Dunia Pembawa Ember
Mari kita amati kenyataan yang ada sekarang ini. di dunia ini, jumlah orang yang menjalankan pekerjaan model pembawa ember jauh lebih banyak daripada yang membangun saluran-saluran pipa.
Mengapa demikian?
Pasalnya, pekerjaan membawa ember itu ditiru oleh orang-orang tua kita dari kakek atau nenek kita. Lalu ayah dan ibu kita menularkan pula pada kita. Model pembawa ember ini telah sangat meyakinkan kita bahwa cuma model inilah yang harus kita ikuti kalau kita ingin maju.
Ayo ke sekolah!! Belajarlah cara-cara mengangkat ember!! Coba giat bekerja! Usahakan dalam dunia kerja nanti kamu mendapat posisi sebagai pembawa ember yang besar. Keluar saja dari perusahaan model pembawa ember A, lalu pindah ke perusahaan pembawa ember B, agar kamu bisa membawa ember-ember yang lebih besar. Tambah jam kerja kamu agar bisa membawa lebih banyak lagi ember. Masukkan anak-anak kamu ke sekolah yang mengajarkan cara-cara membawa ember. Coba ganti profesi!! Kalau sekarang kamu membawa ember kaleng, coba tingkatkan agar bisa menjadi pembawa ember plastik, dan kalau mungkin … ember digital! Kamu boleh berhenti bekerja kalau sudah masa pensiun nanti. Sebelum itu, kamu harus terus giat bekerja. Ayo! Angkut terus ember-ember itu!
Apa yang didapatkan oleh para pengangkut ember atas kerja keras mereka itu? Yang memprihatinkan, ternyata yang mereka peroleh amat sedikit.

Barisan Para Pembawa Ember
Apa yang dilakukan oleh seorang pembawa ember kalau ingin berpenghasilan lebih? Berhubung sudah terlanjur mempunyai mentalitas pembawa ember, tentunya cara mencari jalan keluarnya juga khas pembawa ember. Kalau ingin berpenghasilan lebih, angkut saja lebih banyak ember-ember.
“Selain pekerjaan yang sekarang, saya ingin kerja paruh waktu. Saya bisa membawa ember di malam hari dan di hari libur”, kata seorang ayah. Pembawa Ember.
“Saya akan kembali lagi ke pekerjaan lama sebagai pembawa ember yang sempat saya tekuni waktu anak-anak belum lahir”, kata Ibu Pembawa Ember.
“Anak-anak juga bisa bekerja sebagai pembawa ember setelah pulang sekolah”, kata orang tua Pembawa Ember.
Apakah pola meningkatkan penghasilan dengan cara membawa lebih banyak lagi ember itu bisa effisien? Jawabannya adalah: TIDAK.
Kalau begitu, apa yang menyebabkan munculnya gambaran di atas?

Kekeliruan Dalam Hal Membawa Ember-ember Yang Lebih Besar
Para pembawa ember itu berpikiran, dengan membawa ember yang lebih besar mereka akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar pula. Oleh karena itu, para pembawa ember ini meyakinkan dirinya sendiri bahwa segalanya akan beres kalau mendapat pekerjaan yang memungkinkan mereka membawa ember-ember yang lebih besar.

Para pembawa ember ini selalu saja ingin tahu berapa penghasilan orang-orang lain yang juga sama-sama bekerja sebagai pembawa ember.
Misalnya Anda adalah seorang juru masak, seorang wiraniaga, atau seorang tukang pos. Mungkin Anda akan melirik penghasilan tahunan dari seorang pengacara atau seorang dokter. Boleh jadi Anda akan berpikir, “Wah, seandainya saya bisa berpenghasilan seperti itu, tentu saya tidak lagi punya masalah keuangan. Saya tidak perlu lagi sampai tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan berbagai pengeluaran yang harus dibayarkan.”


Penghasilan Pembawa Ember

Memang benar, ember seorang dokter itu jauh lebih besar daripada yang dibawa oleh seorang juru masak. Jumlahnya bahkan 10 kali lebih besar. Tapi tidak berarti bahwa seorang dokter itu tidak tergantung secara keuangan. Tingkat ketergantungannya kepada pekerjaan jenis pembawa ember itu sama saja dengan juru masak ataupun tukang pos.
Mengapa demikian? Jawabannya mudah saja. Memang benar para professional itu berpenghasilan lebih banyak daripada orang rata-rata. Tetapi, masalahnya kebutuhan mereka juga lebih besar.
Para dokter atau para pengacara yang berpenghasilan besar itu menghabiskan sebagian dari penghasilannya itu untuk menunjang gaya hidup mereka yang tinggi.

Sekarang, coba kita bandingkan pengeluaran seorang pekerja rata-rata dengan pengeluaran dari para professional:

Pekerja rata-rata memiliki mobil bekas
Para dokter dan pengacara memiliki mobil mewah
Pekerja rata-rata menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah umum yang gratis.
Para dokter dan pengacara menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta yang mahal.
Pekerja rata-rata memiliki rumah sederhana
Para dokter dan pengacara memiliki rumah mewah
Pekerja rata-rata makan di Pizzsa Hut seminggu sekali.
Para dokter dan pengacara makan di luar dua kali seminggu di restoran-restoran yang mewah.

Itulah gambaran situasinya.
Orang sering merasa iri kepada dokter, pengacara atau akuntan karena mereka bisa membawa ember yang besar sekali. Memang benar, ember yang dibawa oleh seorang dokter itu bisa jadi 10 kali lebih besar daripada yang bisa dibawa oleh seorang juru masak. Tetapi, seorang dokter juga membelanjakan 10 kali lebih banyak. Mereka juga akhirnya kembali pada pola yang sama. Yaitu, hidup dari gaji ke gaji.

Mula-mula, mereka mengira bahwa orang-orang yang bisa memiliki mobil mewah dan mampu hidup di rumah-rumah yang mewah adalah orang-orang yang kaya raya.
Tetapi, ternyata ini adalah perkiraan yang keliru!!

“Banyak orang yang menyalah artikan tentang kekayaan. Kekayaan itu tidak sama dengan penghasilan. Jika Anda memiliki penghasilan yang besar setiap tahunnya dan kemudian menghabiskan semuanya, tidak berarti Anda makin kaya. Itu hanya berarti bahwa Anda hidup dengan standar yang tinggi. Kekayaan adalah uang atau benda yang Anda peroleh dan bukan benda atau uang yang Anda keluarkan.
“Bagaimana Anda bisa menjadi kaya?
Dalam hal inipun banyak orang yang keliru. Kebanyakan orang berpikir bahwa kekayaan itu bisa dihasilkan karena keberuntungan, warisan, pendidikan yang tinggi dan kecerdasan yang memungkinkan kita bisa mengumpulkan kekayaan.
Sebetulnya, kekayaan itu adalah hasil dari kerja keras, keuletan, perencanaan, dan yang utama: disiplin diri.

Dengan kata lain, ember-ember itu walau bagaimanapun besarnya, lama-lama juga akan kering. Sementara saluran pipa itu bekerja dengan memasok diri sendiri. Tetapi, untuk memperoleh saluran pipa diperlukan pengorbanan. Saluran-saluran pipa itu tidak membangun diri sendiri. andalah yang harus meluangkan waktu dan berusaha membangunnya.



Ember Yang Lebih Besar Tidak Menyelesaikan Masalah
Setiap orang memang selalu berkeinginan untuk memperbesar ukuran ember-embernya. Tentunya tidak ada seorangpun yang akan menolak jika gaji tahunnya dinaikkan. Semua orang pasti menerima dengan suka hati kalau ditawari pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan yang lebih besar. Kalau pekerjaan membawa ember itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan Anda, anjuran saya, bawalah ember-ember paling besar yang mampu Anda bawa.
Sangat wajar kan?
Tetapi kenyataannya pekerjaan membawa ember itu tidak akan pernah membuat Anda bebas dari masalah keuangan. Pekerjaan membawa ember tidak akan membuat keluarga Anda aman dan tenang, bagaimanapun besarnya ember-ember yang mampu Anda bawa.
Mengapa demikian?
Karena selama Anda membawa ember-ember itu, Anda wajib datang ke tempat pekerjaan dan melakukan pekerjaan Anda kalau mau mendapat gaji. Kalau Anda berhenti bekerja dan tidak lagimengangkut ember-ember itu, saat itu juga uang tidak datang lagi.

· Sakit atau Cacat
· PHK
· Pensiun

Karena banyak orang tidak mau membangun saluran pipa saat dia masih bekerja sebagai pembawa ember, ketika embernya mengering, gaya hidupnya pun ikut mengering.

SALURAN PIPA MERUPAKAN SALURAN KEHIDUPAN KITA
APAKAH ANDA SEKARANG SUDAH MULAI MEMAHAMI ARTINYA???

Jika Anda berminat akan informasi lebih lanjut/memiliki buku The Parable of the Pipeline; silakan kontak kami:

Disarikan dari buku : The Parable of The Pipeline
Cara Membangun Saluran Pipa Yang Berisi Penghasilan Berkesinambungan Era Ekonomi Baru
Karangan: Burke Hedges
Pengarang Buku Laris Bertaraf International “DREAM.BIZ.COM”


Wassalam,
caknur

Tidak ada komentar: