Sabtu, 12 Maret 2011

Bagaimana Mengenali Susu Palsu atau Susu Campuran?

Maraknya pemberitaan pencemaran susu formula, ada baiknya juga kita mengetahui bagaimana mengenali susu palsu, susu campuran atau susu yang sudah terkontaminasi bakteri:
1. Warna Susu
Warna alami susu adalah putih dan tidak bening. Hal ini disebabkan oleh pantulan cahaya yang mengenai bagian-bagian terkecil yang tersebar dalam susu, seperti butiran-butiran lemak. Berdasarkan hal tersebut, jika ditemukan warna yang tidak biasa pada susu, seperti warna biru, merah, atau kuning, maka hal itu menunjukan adanya sesuatu yang tidak alami dalam susu. Susu semacam ini tidak boleh langsung di minum begitu saja atau dijadikan sebagai bahan membuat makanan.

Warna biru menunjukkan adanya mikroba bacteyanogenes. Pada awalnya berupa bercak-bercak hiru di permukaan kemudian secara cepat menyebar pada susu secara keseluruhan. Warna kebiruan ini adalah hasil dari sebuah reaksi dari kondisi alkali. Selain itu, kondisi itu akan terlihat ketika lemak dipisahkan dari susu atau dikurangi kadarnya dari air, warna susu berubah dari putih menjadi kebiruan.

Adapun warna merah mungkin disebabkan oleh adanya beberapa jenis bakteri dalam susu seperti bakteri bactprodigiosum, atau disebabkan adanya darah dalam susu yang timbul karena infeksi pada tetek binatang penghasil susu, atau mungkin juga disebabkan karena kesalahan dalam proses pemerahan, khususnya susu yang diperah oleh alat otornatis, jika dilakukan bukan pada waktu yang tepat.
Sedang warna kuning biasanya diakibatkan karena susu terkena mikorba bacil-sinxatus. Bisa juga dilakukan uji-coba dengan cara mengambil sampel susu lalu diletakkan di galas susu yang bersih, untuk kemudian dilihat dengan penyinaran yang terang.

2. Aroma Susu
Susu alami memiliki aroma khusus yang tidak menusuk hidung, tapi mudah sekati menyerap aroma. Oleh karena itu terkadang susu memunculkan bau aneh yang menunjukkan bahwa susu itu sudah terkontaminasi. Bahkan terkadang bau makanan yang dikonsumsi hewan penghasil susu, misalnya, bawang putih atau bawang merah.
Terkadang, bau tidak alami ini disebabkan tempat atau wadah yang digunakan untuk susu tidak bersih.

3. Rasa Susu
Rasa susu berpulang pada pengaruh campuran antara manis dan asin, sehingga rasanya pun merupakan perpaduan manis dan asin. Di antara rasa susu yang tidak alami adalah;
a. Pahit. Hal ini disebabkan karena adanya sampah yang membusuk atau karena diakibatkan oleh tumbuhnya beberapa jenis mikroba.
b. Asin. Rasa asin biasanya ada pada susu yang diambil dari hewan yang sudah tua, atau yang diambil dari hewan yang terkena infeksi. Oleh karena itu, susu semacam ini tidak boleh dikonsumsi langsung atau langsung digunakan sebagai campuran makanan.
Di antara rasa aneh lainnya pada susu adalah rasa lemak, rasa basi, dan rasa amis.
Disarankan untuk tidak mencicipi susu yang berbau busuk, karena dikhawatirkan sudah tercemari penyakit yang bisa pindah ke tubuh manusia. Tetapi, cukup hanya dengan menguji aromanya. Pengujian ini bisa dengan cara membuka Cutup lalu dicium langsung di permukaan wadah tersebut, karena aroma ini akan mudah sekali menguap dari susu, sehingga akan mudah diketahui kualitasnya.

4. Kekentalan

Susu memiliki kadar kekentalan yang lebih tinggi daripada air. Umumnya kohesitas ini akan berkurang apabila ditambah dengan air, atau kekurangan unsur minyak di dalamnya. Kohesitas pada susu juga berfungsi untuk mengetahui pemalsuan atau pencampuran pada susu dengan cara yang sederhana.

Pustaka
Pola Makan Rasulullah Oleh Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad as-Sayyid

Tidak ada komentar: