Sabtu, 12 Maret 2011

6 Penyakit yang Merusak Hati

Hati merupakan organ dalam tubuh yang mempunyai tugas penting dan kompleks demi kelangsungan seluruh fungsi tubuh. Karena kerumitannya dan banyak berurusan dengan bahan-bahan yang berpotensi merusak, seperti bahan-bahan kimia dalam darah, akibatnya hati rentan kena cedera. Tetapi, secara alami, hati mempunyai kemampuan melindungi diri dengan cara meregenerasi.

Secara umum terdapat beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus yang bisa menyerang hati.

1. Hepatitis

Hepatitis atau peradangan hati merupakan penyakit yang paling umum menyerang hati. Ada beberapa jenis penyakit hepatitis, yakni hepatitis A, B, C, D, E, serta hepatitis autoimun yang disebabkan adanya agen yang memicu sistem kekebalan tubuh menyerang sel hati.

Hampir semua penderita hepatitis A yang sebelumnya sehat akan sembuh dan tidak berkembang menjadi kronis. Sekitar 90 persen pengidap hepatitis B juga akan sembuh. Sedangkan hepatitis C dan steatohepatitis nonalkoholik seringnya berkembang menjadi hepatitis kronik.

2. Hemokromaatosis

Penyakit ini disebabkan kelainan genetik yang menyebabkan usus menyerap terlalu banyak zat besi sehingga kadarnya berlebihan. Kelebihan zat besi ini akan masuk ke alirah darah dan menumpuk pada organ tertentu, terutama hati.

3. Sirosis

Sirosis ditandai dengan terjadinya kerusakan hati yang progresif dan tidak bisa diperbaiki. Sering diakibatkan oleh infeksi, hepatitis B dan C menahun, penggunaan alkohol berlebihan, atau penyakit autoimun.

4. Kanker hati


Biasanya kanker hati berasal dari bagian lain tubuh kemudian menyebar ke hati. Hati cukup rentan terhadap serangan sel kanker.

5. Abses hati

Abses, cairan atau nanah yang memenuhi rongga, kadang terbentuk dalam hati akibat infeksi bakteri atau parasit. Jika disebabkan bakteri biasanya langsung diikuti demam dan menggigil. Sedangkan abses karena parasit berkembang lebih lambat. Penyakit ini diidentifikasi dengan pemeriksaan CT scan atau USG pada hati.

6. Gangguan bawaan pada hati

Ada beberapa kelainan hati yang diwariskan dan biasanya sudah terlihat ketika masa kanak-kanak.

sumber:kompas

Kacang Pitsachio Bikin Gampang Ereksi

Apakah Anda salah seorang penggemar kacang pistachio? Beruntunglah bila Anda pria yang rutin mengonsumsi camilan impor berharga cukup mahal ini.

Menurut sebuah penelitian, kebiasaan mengudap kacang ini ternyata berefek positif bagi kaum Adam dalam mempertahankan kejantanan.

Seperti yang dipublikasikan dalam edisi terbaru International Journal of Impotence Research: The Journal of Sexual Medicine, kebiasaan mengonsumsi pistachio dapat memperbaiki fungsi seksual pada pria yang memiliki gejala impotensi atau disfungsi ereksi (DE).

Para peneliti di Turki melibatkan para relawan yang diberikan camilan 100 gram pistachio (sekitar satu cangkir) pada saat makan siang. Konsumsi dilakukan setiap hari selama tiga pekan. Pada akhir penelitian ditemukan, 17 relawan mencatat skor 50 persen yang lebih baik pada kuisioner seputar DE dibandingkan skor mereka sebelum konsumsi kacang.

Para relawan ini juga menunjukkan perbaikan pada fungsi ereksi, kepuasan saat berhubungan intim, fungsi orgasme, dan gairah seksual. Bahkan, aliran darah menuju penis juga menunjukkan peningkatan sekitar 22 persen melalui pengukuran ultrasound.

"Kacang pistachio mengandung asam amino non-esensial arginine yang relatif tinggi, yang tampaknya dapat mempertahankan fleksibilitas pembuluh arteri dan meningkatkan aliran darah dan memicu nitrat oksida, zat yang melenturkan pembuluh darah," ungkap salah seorang peneliti, Mustafa Aldemir, dari Atatürk Teaching and Research Hospital di Turki.

Para relawan pria yang terlibat penelitian ini juga dilaporkan menunjukkan perbaikan kadar kolesterol yang signifikan. Hal ini dikarenakan pistachios juga kaya akan asam lemak tak jenuh, serat, dan plant sterol. Riset sebelumnya juga menunjukkan adanya hubungan antara level kolesterol dan impotensi atau DE.

Meskipun temuan ini dapat menggoda Anda untuk segera membeli kacang pistachio, para peneliti menegaskan bahwa hasil penelitian ini masih dalam tahap awal. Jadi, bila Anda memang sedang mengalami problem fungsi seksual, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah paling bijak daripada sekadar mengudap kacang impor ini.

sumber:kompas

Inilah 11 Sayuran Pembunuh Kanker

Ketua Cancer Information and Support Center (CISC) Semarang Cahyaning Puji Astuti mengatakan, setidaknya ada sekitar 11 jenis sayuran yang terbukti ampuh untuk mencegah munculnya penyakit kanker.

"Buah-buahan dan sayuran sebenarnya jauh lebih hebat dibandingkan vitamin, namun tidak semua sayur dan buah merupakan antikanker," katanya seusai seminar "Menyiapkan Makanan Sehat Pencegah Kanker" di RS Telogorejo, Semarang, Kamis (10/12/2009).

Naning menyebutkan, 11 sayuran pencegah kanker tersebut, di antaranya kubis, bawang putih, bawang bombai, kedelai, kunyit, teh hijau, tomat, jeruk, cokelat, dan buah-buahan beri, seperti bluberi dan stroberi.

Namun, meskipun beberapa sayuran dan buah-buahan itu berkhasiat sebagai antikanker, diperlukan kewaspadaan dan pemahaman zat-zat yang terkandung dalam sayuran itu, termasuk memerhatikan proses pengolahannya.

Menurut dia, kubis merupakan musuh utama kanker, baik kubis hijau, kubis putih, brokoli, bunga kol, selada air, maupun kol ungu. Bahkan, khasiat kubis sudah dikenal sejak zaman Hipokrates sekitar 460-377 SM.

"Hipokrates mengatakan, kubis merupakan sayuran dengan beribu-ribu khasiat, dan mengonsumsi kubis minimal lima porsi setiap minggu terbukti dapat memperkecil risiko terserang kanker dan memperlambat perkembangan kanker," katanya.

Akan tetapi, proses pengolahan kubis tetap harus diperhatikan agar tidak menghilangkan khasiatnya, di antaranya tidak memasaknya terlalu lama, tetapi tetap harus bersih, dan mengunyahnya secara cermat.

Bawang putih dan bawang bombai juga sangat efektif untuk mencegah kanker, terutama kanker saluran pencernaan, kerongkongan, lambung, usus besar, prostat, paru-paru, dan kanker payudara.

"Makanan pencegah kanker ditemui pula dalam kedelai, yang banyak diolah menjadi tahu, tempe, dan susu. Sebab, kedelai mengandung isoflavon yang merupakan senyawa antikanker yang memiliki struktur kimia mirip dengan hormon seks," katanya.

Berkaitan dengan kemiripan struktur kimia isoflavon dengan hormon seks itu, ia mengingatkan, konsumsi kedelai secara berlebihan tidak dianjurkan untuk penderita kanker payudara dan kanker prostat.

"Kedua kanker itu merupakan jenis kanker yang sangat bergantung pada hormon, yakni hormon estrogen untuk kanker payudara dan hormon androgen untuk kanker prostat," kata Naning yang juga menderita kanker.

Selain itu, kata dia, resep menghindari risiko terkena kanker dapat dilakukan dengan menghindari makanan-makanan tertentu, misalnya, makanan yang diasinkan, makanan yang diasap, dan makanan yang digoreng.

"Olahraga secara teratur, berhenti merokok, dan menghindari konsumsi daging merah juga merupakan penerapan pola hidup sehat yang perlu diterapkan untuk mencegah kanker," kata Naning.

sumber : kompas

Buah Naga Kuatkan Fungsi Ginjal



Sajen buat dewa ini sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Buah yang kaya serat, vitamin, dan mineral ini mampu mencegah berbagai macam penyakit degeneratif, mengurangi tekanan emosi, dan menetralkan racun dalam darah.

Buah naga memiliki penampilan sangat unik dan menarik. Ukurannya sebesar mangga gedong gincu, dengan warna merah menyala. Kulitnya seperti sisik ular besar (naga), tetapi bukan karena itu buah ini dikenal sebagai dragon fruit. Rasanya manis segar dan sedikit asam.

Ada yang mengaitkannya dengan mitos mampu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Akhir-akhir ini tanaman buah tersebut juga mulai dimanfaatkan sebagai tanaman hias berbuah yang ditanam di dalam pot.

Kaya Serat

Kandungan serat pada buah naga sangat baik, mencapai 0,7-0,9 gram per 100 gram. Serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan serat akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Dengan demikian, semakin tinggi konsumsi serat, semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh.

Selain untuk mencegah kolesterol, kandungan serat pada buah naga juga sangat berguna dalam sistem pencernaan. Serat pangan (dietary fiber) mampu memperpendek transit time, yaitu waktu yang dibutuhkan makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses. Sementara itu, serat pangan akan mengikat zat-zat karsinogenik. Berkat transit time yang pendek, waktu zat karsinogenik bermukim dalam tubuh juga semakin pendek, sehingga kesempatan membahayakan tubuh semakin kecil (Goldberg, 1994).

Serat pangan sangat baik untuk mencegah penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, kanker, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Sayangnya, konsumsi serat di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu sekitar 10 gram per orang per hari. Padahal, konsumsi serat pangan yang dianjurkan adalah 20-30 gram per orang per hari.

Buah naga terkenal sebagai salah satu sumber betakaroten. Betakaroten merupakan provitamin A yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat berguna dalam proses penglihatan, reproduksi, dan proses metabolisme lainnya.

Diperkirakan setiap 6 mikrogram betakaroten mempunyai aktivitas biologis setara dengan 1 mikrogram retinol. Kelompok FAO-WHO telah menghitung bahwa hanya separuh dari betakaroten yang terserap yang akan diubah menjadi vitamin A. Kira-kira hanya 1/6 dari kandungan karoten dalam bahan makanan yang akhirnya akan dimanfaatkan oleh tubuh.

Betakaroten juga merupakan jenis antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi konsentrasi radikal peroksil. Kemampuan betakaroten bekerja sebagai antioksidan berasal dari kesanggupannya untuk menstabilkan radikal berinti karbon. Karena betakaroten efektif pada konsentrasi rendah oksigen, dapat melengkapi sifat antioksidan vitamin E yang efektif pada konsentrasi tinggi oksigen.

Betakaroten juga dikenal sebagai unsur pencegah kanker, khususnya kanker kulit dan paru. Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.

Turunkan Kolesterol

Menurut Al Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, buah naga sangat baik untuk sistem peredaran darah. Juga sangat efektif untuk mengurangi tekanan emosi dan menetralkan racun dalam darah.

Badan Litbang Pertanian RI menyebutkan bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak. Khasiat buah naga masih belum diketahui oleh masyarakat luas. Selain penelitian yang masih sangat terbatas, buah ini masih sangat langka. Bahkan, masih banyak di antara kita yang sama sekali tidak mengenal buah ini.

Buah naga merupakan sumber vitamin dan mineral yang cukup baik. Kadar vitamin B1 pada buah naga mencapai 0,3 mg per 100 gram daging buah. Konsumsi vitamin B1 per orang per hari yang dianjurkan oleh Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (2004) adalah 0,5-0,9 mg untuk anak-anak di bawah 10 tahun, serta 0,9-1,0 mg untuk orang dewasa. Wanita hamil dan ibu yang sedang menyusui perlu tambahan sebesar 0,3 mg per hari di atas kebutuhan normalnya.

Pada prinsipnya tiamin (vitamin B1) berperan sebagai koenzim dalam reaksi-reaksi yang menghasilkan energi dari karbohidrat dan memindahkan energi membentuk senyawa kaya energi yang disebut ATP. Kekurangan tiamin akan menyebabkan polyneuritis (beri-beri kering), yang disebabkan oleh terganggunya transmisi saraf atau jaringan saraf menderita kekurangan energi. Gejala kekurangan tiamin mula-mula adalah lelah, hilang selera makan, berat badan menurun, dan gangguan pencernaan.

Buah naga juga mengandung kalium, zat besi, protein, kalsium dalam jumlah yang cukup baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Zat-zat tersebut juga baik untuk mentralkan racun dalam darah, meningkatkan daya penglihatan, dan mencegah hipertensi.

Kandungan air pada buah naga juga cukup tinggi, yaitu mencapai 83 gram per 100 g daging buah. Karena itu, buah naga dapat juga dijadikan pencuci mulut yang lezat.

Komposisi gizi per 100 gram daging buah naga (Komponen dan Kadarnya)

Air (g) 82,5-83,0

Protein (g) 0,16-0,23

Lemak (g) 0,21-0,61

Serat/dietary fiber (g) 0,7-0,9

Betakaroten (mg) 0,005-0,012

Kalsium (mg) 6,3-8,8

Fosfor (mg) 30,2-36,1

Besi (mg) 0,55-0,65

Vitamin B1 (mg) 0,28-0,30

Vitamin B2 (mg) 0,043-0,045

Vitamin C (mg) 8-9

Niasin (mg) 1,297-1,300

source :Prof Made Astawan Ahli Teknologi Pangan dan Gizi IPB

14 Ramuan Jambu Biji Berkhasiat

Jambu biji (Psidium guajava L.) mengandung berbagai zat gizi yang dapat digunakan sebagai obat. Menurut catatan Parimin S.P. dalam Jambu Biji: Budi Daya dan Ragam Pemanfaatannya (Penebar Swadaya, 2007), dalam tiap 100 gram jambu biji masak segar terdapat 0,9 g protein, 0,3 g lemak, 12,2 g karbohidrat, 14 mg kalsium, 28 mg fosfor, 1,1 mg besi, 25 SI vitamin A, 0,02 mg vitamin B1, 87 mg vitamin C, dan 86 g air, dengan total kalori sebanyak 49 kalori.

Kandungan vitamin C jambu biji dua kali lipat jeruk manis yang hanya 49 mg per 100 g buah. Vitamin C itu terkonsentrasi pada kulit dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal. Kandungan vitamin C jambu biji memuncak saat menjelang matang.

Kandungan vitamin C pada jambu biji sanggup memenuhi kebutuhan harian anak berusia 13-20 tahun yang mencapai 80-100 mg per hari, atau kebutuhan vitamin C harian orang dewasa yang mencapai 70-75 mg per hari. Dengan demikian, sebutir jambu biji dengan berat 275 g per buah dapat mencukupi kebutuhan harian akan vitamin C pada tiga orang dewasa atau dua anak-anak.

Turunkan Kolesterol

Jambu biji juga kaya serat, khususnya pektin (serat larut air). Manfaat pektin antara lain menurunkan kolesterol dengan cara mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh serta membantu mengeluarkannya. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research Center Morrabad, India, menunjukkan bahwa jambu biji dapat menurunkan kadar kolestreol total dan trigliserida darah serta tekanan darah pada penderita hipertensi.

Ada pun tanin yang menimbulkan rasa sepat pada jambu biji bermanfaat memperlancar sistem pencernaan dan sirkulasi darah, serta menyerang virus. Kalium yang terkandung pada buah ini berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel tubuh, serta menurunkan kadar kolesterol total dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurut penelitian, memakan jambu biji 0,5-1 kg/hari selama empat minggu, risiko terkena sakit jantung dapat berkurang hingga 16. persen.

Dalam jambu biji juga ditemukan likopen, yaitu zat karotenoid (pigmen penting dalam tanaman) yang memiliki aktivitas antioksidan, sehingga bermanfaat memberikan perlindungan pada tubuh dari serangan beberapa jenis kanker. Dalam jambu biji merah, kandungan likopen ini tersedia dalam jumlah melimpah.

Kemudian daun jambu biji yang juga sering dimanfaatkan sebagai obat, diketahui mengandung tanin, eugenol (minyak asiri), minyak lemak, damar, zat samak, triterpinoid, dan asam apfel. Biji jambu mengandung 14 persen minyak atsiri, 15 persen protein, dan 13 persen tepung.

Untuk catatan, jambu biji juga punya nama sebutan lain. Di antaranya glima breueh, glimeu beru, galiman, masiambu, biawas, jambu biawas, jambu batu (Sumatera); jambu klutuk, jambu krutuk, jhambu bhender, bayawas, tetokal, tokal (Jawa); jambu klutuk (Sunda); kojabas (Nusa Tenggara); kayawese (Maluku); fan shi liu gan (Cina).

Ragam Pemanfaatan

Menurut dokumentasi Parimin S.P. dan PDII–LIPI, di berbagai tempat, jambu biji lazim digunakan sebagai pengobatan dengan penyajian sebagai berikut:

1. Penguat jantung, membantu sistem pencernaan, dan antikanker

Jus jambu biji 200 ml Jus apel 400 ml Jus melon 200 ml Madu murni 100 cc Blender semua bahan sampai halus kemudian simpan di lemari pendingin. Minum secara teratur setiap pagi dan sore masing-masing 300 cc.

2. Demam berdarah dengue (DBD)

Ramuan 1: Jambu biji matang dan mengkal 3 buah dicuci bersih. Jambu yang sudah matang diblender sampai halus lalu disaring sehingga diperoleh jus jambu biji.

Jus jambu biji diminum tiga kali sehari sampai DBD sembuh. Buah yang mengkal dimakan langsung bersama kulitnya. Biji buah tidak perlu ikut dimakan.

Ramuan 2: Daun jambu biji segar 1 kg dicuci bersih, kemudian dipotong kecil-kecil (rajang). Blender dengan air secukupnya hingga halus. Saring dan endapkan, sehingga ekstrak daun terpisah dengan air. Oven ekstrak daun tersebut agar tahan lama.

Cara pemakaian: - Masukkan ekstrak ke dalam kapsul lalu minum dua kali sehari, setiap pagi dan sore. - Minum ekstrak daun bersama sirop jambu biji dengan takaran 1 sendok teh untuk 1/2 liter sirop yang diencerkan. Minum secara teratur sampai keluhan sembuh.

3. Diare

Ramuan 1: Daun jambu biji 30 gr ditambah segenggam tepung beras direbus dengan 1-2 gelas air. Larutan diminum 2 kali sehari.

Ramuan 2: Tiga lembar daun jambu biji muda segar dikunyah dengan sedikit garam, lalu ditelan. Lakukan sehari 2 kali.

Ramuan 3: Enam lembar daun jambu biji dicuci bersih lalu ditumbuk sambil diberi 1 cangkir air matang, peras, minum airnya. Cukup untuk diminum 2 kali sehari. Minum air perasannya. Lakukan setiap hari secara teratur, sampai benar-benar sembuh.

4. Maag

Delapan helai daun jambu biji dicuci, rebus dengan 1,5 liter air. Minum 3 kali sehari.

5. Disentri

Siapkan akar daun jambu biji secukupnya dan daun jambu 10 lembar. Potong-potong akar dan daun, cuci bersih, lalu rebus dengan air secukupnya selama 20 menit pada suhu 90 derajat Celsius. Saring air rebusan lalu minum secukupnya secara teratur sampai keluhan hilang.

6. Luka

Tiga pucuk daun jambu biji dicuci, kunyah sampai lumat. Tempelkan pada luka. Kandungan astringent-nya dapat menghentikan perdarahan.

7. Keputihan Dua genggam daun jambu biji muda dan 7 helai daun sirih dicuci, rebus dengan segelas air, saring. Tunggu agak dingin lalu minum. Cukup untuk diminum 2 kali sehari.

8. Perut kembung pada anak

Tiga helai daun jambu biji, 2 cm kulit batang pulasari, 5 butir adas direbus dengan 1,5 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring. Minum 3 kali sehari. Dosis untuk anak di bawah umur 3 tahun sesendok makan, di atas 3 tahun 2 sendok makan.

9. Sakit kulit

Ramuan 1: Segenggam daun jambu biji muda dan 7 kuntum bunga jambu biji dicuci, lumatkan sampai halus. Gosokkan pada kulit yang sakit.

Ramuan 2: Daun jambu biji segar 500 gram dipotong-potong lalu direbus dengan air panas 90 derajat Celsius selama 20 menit. Saring air rebusan lalu gunakan untuk mandi selagi airnya masih hangat. Lakukan secara teratur sampai penyakit kulit hilang.

10. Diabetes

Satu buah jambu biji yang masih mengkal dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas, saring. Minum 2 kali sehari.

11. Beser (sering buang air kecil)

Tiga pucuk daun jambu biji dicuci, lalap dengan sedikit garam dan merica. Makan setiap siang dan malam selama 2 hari.

12. Sariawan

Ramuan 1: Rebus 1 genggam daun jambu biji segar ditambah 1 jari kulit batangnya dengan 1 liter air, saring. Minum 2 kali sehari.

Ramuan 2: Daun jambu biji muda 2 lembar, daun sirih segar 1 lembar, daun saga segar satu genggam dicuci sampai bersih. Tumbuk semua bahan sampai halus lalu tambahkan air. Peras adonan itu lalu gunakan airnya untuk kumur-kumur 2-3 kali sehari.

13. Luka berdarah atau borok di sekitar tulang

Lumatkan daun jambu biji segar, tempelkan di tempat yang sakit. Lakukan beberapa kali sehari.

14. Ambeien

Ramuan 1: Daun jambu biji muda atau pucuknya dan sebuah pisang batu dicuci, lalu ditumbuk. Minum air perasannya. Lakukan setiap hari secara teratur, sampai benar-benar sembuh.

Ramuan 2: Buah jambu biji segar 500 gram direbus menggunakan air secukupnya hingga menjadi cairan kental. Oleskan cairan itu ke bagian tubuh yang sakit.

sumber:kompas

Tujuh Resep tumbuhanMeniran untuk Kesehatan

Meniran sudah terbukti secara ilmiah ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh, selain mengobati penyakit hepatitis, gangguan saluran pernapasan, kencing manis, penyakit kuning, dan diare.

Untuk memproses meniran menjadi obat, kata Dr. Setiawan Dalimartha, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT), bagian yang digunakan adalah herba segar atau yang telah dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.

Cara pemakaiannya sederhana, untuk obat yang diminum, rebus 15-30 gram herba meniran kering atau 30-60 gram herba segar. Lalu, air rebusannya diminum.

Cara lain, tumbuk herba meniran segar, lalu peras. Air yang terkumpul diminum. Untuk pemakaian luar, cuci herba segar, lalu giling sampai halus. Bubuhkan bahan tersebut ke tempat yang sakit, kemudian dibalut.

Berikut beberapa ramuan meniran:

Ramuan 1 (untuk badan bengkak akibat radang ginjal)

Cara pemakaian: Cuci bersih 50 gr meniran segar, rebus dalam 3 gelas hingga tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring dan minum masing-masing ½ gelas, pagi, siang, dan malam.

Ramuan 2 (untuk batu saluran kencing)

Cara pemakaian: Cuci bersih masing-masing 30 gr meniran, daun sendok, dan tempuyung. Rebus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring dan minum masing-masing 1 gelas, pagi dan sore.

Ramuan 3 (untuk nyeri sewaktu kencing)

Cara pemakaian: Cuci 30 gr meniran dan daun kumis kucing. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring dan minum masing-masing ½ gelas, pagi, siang, dan malam.

Ramuan 4 (untuk disentri)

Cara pemakaian: Cuci bersih 30-60 gr meniran. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus.

Ramuan 5 (untuk hepatitis)

Cara pemakaian: Cuci bersih 30-60 gr meniran, rebus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan setiap hari selama 1 minggu.

Ramuan 6 (untuk rabun senja)

Cara pemakaian: Cuci bersih 15-20 gr meniran, lalu ditim dengan 2 potong hati ayam. Setelah dingin, makan hatinya dan minum airnya.

Ramuan 7 (untuk rematik gout)

Cara pemakaian: Sediakan 1 sendok makan daun meniran segar dan 7 lembar daun kumis kucing, cuci sampai bersih. Rebus dengan dengan 1 gelas air hingga tersisa setengah gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus

sumber:kompas

Cara Enak Menghindari Flu dengan Teh Hijau

Menyeruput secangkir teh hijau yang panas tak hanya akan membuat Anda lebih tenang. Cara ini juga dapat dijadikan pilihan bagi Anda untuk mencegah sakit flu.

Eksperimen para ahli menunjukkan, teh hijau juga ternyata memiliki kemampuan yang hebat dalam menghadang virus flu. Temuan ini melengkapi kelebihan teh hijau yang sudah dikenal luas seperti mengikis lemak jahat serta menyehatkan pembuluh darah dan jantung.

Para ilmuwan dari Departemen Evaluasi Obat & Informatika Universitas Shizuoka Jepang yang mengklaim khasiat teh hijau dapat mengendalikan virus flu. Peneliti yang dipimpin Dr Hiroshi Yamada MD P D melibatkan beberapa perawat di rumah sakit untuk menguji keampuhan kandungan antioksidan dalam teh hijau.

Sekelompok perawat diberikan pil yang mengandung 378 miligram catechin (setara dengan 2 cangkir teh hijau) dan 210 miligram theanine (setara dengan 4 cangkir). Kelompok perawat ini mengonsumsi enam kapsul tersebut setiap hari selama 5 bulan, sedangkan kelompok lainnya diberikan kapsul berisikan plasebo.

Hasilnya, pemberian suplemen teh hijau ini cukup signifikan dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap flu. Hanya 4 persen saja dari kelompok yang diberi suplemen teh hijau mengalami sakit flu, sedangkan dari kelompok lain mencapai 13 persen.

”Catechin dapat mengikat virus influenza. Ini dapat mencegah virus menembus sel-sel yang sehat dalam tubuh Anda dan menghentikannya supaya tidak menjadi matang,” kata Yamada yang mempublikasikan temuannya dalam jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine.

Theanine juga dipercaya memberikan perlindungan yang sama terhadap imunitas tubuh, tetapi para peneliti masih belum yakin bagaimana mekanismenya.

Yamada menegaskan, untuk memeroleh manfaat dari teh hijau, Anda tidak perlu meminum dalam jumlah yang sangat banyak setiap hari. Anda juga dapat memaksimalkan khasiatnya dengan hanya meminum dua cangkir setiap hari.

Untuk merasakan khasiatnya secara maksimal, Yamada memberikan beberapa saran :

1) Harus teh hijau walaupun jenis teh lainnya memiliki kadar theanine yang tak jauh berbeda, Dr Yamada menegaskan bahwa teh hijau adalah jenis yang paling banyak mengandung catechin sehingga akan sangat optimal dalam mencegah flu. Jika Anda tidak menyukai teh hijau, teh putih atau oolong tea adalah pilihan cukup baik untuk alternatif.

2) Beli dalam bentuk curah. Para ahli mengatakan, secara umum teh dalam bentuk curah memiliki konsentrasi zat antiflu ketimbang teh yang sudah dalam bentuk kantong/celup.

3) Seduh dan sajikan panas-panas. Menyeduh teh dalam waktu yang lebih lama dan dalam temperatur yang tinggi akan meningkatkan konsentrasi catechin, walaupun kadar aslinya sulit untuk diukur. Pastikan untuk menyeduh setidaknya dalam 1 hingga 2 menit pada suhu 175 derajat celsius atau 3 hingga 5 menit dengan suhu 140 derajat (panas tetapi dapat diminum).

Jika Anda benar-benar tidak suka teh, pertimbangkan untuk mengomsumsi suplemen teh hijau kompleks yang kandungannya hampir sama dengan catechin dalam segelas teh. Penelitian para ahli dari University of California menemukan, suplemen teh hijau dapat mempertahankan efek positif dari kebiasaan minum teh hijau.

sumber kompas

JUAL GORDEN CANTIK

ALYA GORDEN -Kertayasa-Kramat-Tegal Jl. Barat Balai Desa Kertayasa RT02/RW03- Kec.Kramat-Kab Tegal -50M dari Balai desa. Terima pesanan G...